Ringkasan Berita:
- ASDP berencana merombak dermaga ponton yang ada di Pelabuhan Ketapang menjadi jembatan geser (MB).
- Proyek sudah memasuki tahap penawaran dan direncanakan akan dimulai pengerjaannya pada Juli 2026.
- Kemampuan pelabuhan yang baru naik dari kira-kira 30 ton ke 50 ton.
- Akses infrastruktur seperti jembatan juga akan diperbaiki.
- Perluasan di pelabuhan Gilimanuk masih menghadapi kendala masalah tanah.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - PT ASDP Indonesia Ferry meningkatkan infrastruktur di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dengan merombak dermaga ponton menjadi jembatan geser (MB) pada tahun ini. Proyek ini direncanakan untuk menambah kemampuan pelayanan serta mempermudah perjalanan kapal feri melintasi jalur Jawa-Bali. - Perusahaan PT ASDP Indonesia Ferry melakukan pengadaan fasilitas baru di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yaitu dengan mengganti dermaga ponton menjadi jembatan yang bisa digeser (MB), sepanjang tahun ini. Tujuannya adalah memperbaiki daya dukung operasional dan menjadikan proses penyeberangan lebih lancar antara pulau Jawa dan Bali. - Dalam rangka peningkatan kualitas pelabuhan, PT ASDP Indonesia Ferry akan mengerjakan proyek renovasi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, berupa pergantian dermaga ponton ke bentuk jembatan geser (MB). Kegiatan ini bertujuan agar dapat meningkatkan efisiensi dalam pelayaran kapal feri dari Pulau Jawa menuju Bali.
Pada saat ini, Pelabuhan Ketapang memiliki delapan buah dermaga. Dari jumlah itu, hanya tinggal satu dermaga berjenis ponton. Berbeda dengan dermaga type movable bridge atau Landing Craft Mechanized (LCM), dermaga ponton memiliki kapasitas operasional yang lebih terbatas.
Manajer Umum ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menyampaikan bahwa proses pengembangan dermaga sudah masuk pada tahapan tender dan sedang menantikan kelengkapan administrasi dari pihak pemerintah pusat sebelum pelaksanaan pembangunan fisik dilakukan.
"Jika proses penawaran berjalan baik, pekerjaan dapat dimulai pada Juli," ujar Arief, Kamis (11/6/2026).
Kendaraan Besar
Berdasarkan pendapat Arief, jembatan gerak yang akan dibangun pada masa mendatang direncanakan mampu menopang beban lebih besar dibanding dermaga MB yang selama ini berfungsi di Pelabuhan Ketapang.
Pada saat ini, dermaga MB yang ada mampu menangani sekitar 30 ton. Setelah proses pengembangan selesai, kapasitas dermaga terbaru diharapkan dapat meningkat menjadi 50 ton.
"Kelak dermaga MB yang akan dibangun memiliki kapasitas 50 ton," katanya.
Akibat kenaikan ini, pelabuhan bisa mengakomodir kendaraan yang memiliki tiga roda poros atau lebih, sehingga memperkuat pengangkutan barang serta pergerakan kendaraan ukuran besar.
Selain pengembangan pelabuhan, ASDP juga akan meningkatkan kondisi jembatan yang menghubungkan ke area pendaratan kapal. Tindakan ini diambil untuk memastikan lancarnya pergerakan kendaraan besar masuk dan keluar dari pelabuhan.
Target Sebelum Libur Nataru
ASDP berencana menyelesaikan pembangunan pelabuhan sebelum Desember 2026 sehingga infrastruktur terbaru bisa mulai digunakan selama masa liburan Natal dan Tahun Baru, yang umumnya merupakan waktu paling sibuk dalam perjalanan antar pulau Jawa dan Bali.
Perluasan di Pelabuhan Ketapang turut termasuk dalam rencana penyesuaian infrastruktur di sisi lainnya, yaitu Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Mengingat sistem dermaga antar pulau Jawa dan Bali saling berkaitan, peningkatan kemampuan di Ketapang harus disertai dengan perkembangan sarana di Gilimanuk.
Namun, sampai saat ini pengembangan di Gilimanuk masih menghadapi berbagai kendala, antara lain masalah kekurangan lahan.
"Dalam pembangunan pelabuhan di Ketapang, kami juga perlu memperluas pelabuhan di Gilimanuk. Namun saat ini masih menghadapi kendala lahan," tambah Arief.
Posting Komentar