Keluarga antusias menyambut jemaah haji Trenggalek di Pendopo

Keluarga antusias menyambut jemaah haji Trenggalek di Pendopo

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 446 calon jamaah haji dari Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, tiba di Pendopo Manggala Praja Nugraha pada senin (29/6/2026) pagi dini hari dan disambut dengan air mata kebahagiaan oleh anggota keluarga mereka.
  • Keributan terjadi ketika anggota keluarga jamaah haji berjumpa secara langsung.

Jurnalis ANTS, Madchan Jazuli

ANTS, TRENGGALEK - 446 calon jamaah haji dari Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, tiba di Gedung Pendopo Manggala Praja Nugraha pada senin (29/6/2026) pagi.

Mereka diterima dengan air mata kesedihan dari anggota keluarga.

Terdapat 12 kendaraan bis yang membawa para calon jamaah haji dari Asrama Haji Sukolilo ke Trenggalek.

Mulai pukul 22.00 WIB, anggota keluarga tiba satu per satu dengan memasuki lokasi melalui surat undangan fisik yang sah.

Sejumlah anggota Satpol PP Trenggalek berjaga di pintu utama pendopo guna memastikan hanya wakil dari setiap keluarga yang boleh memasuki area tersebut.

Di sisi lain, para tamu undangan istimewa berada di Pendopo Manggala Praja Nugraha, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Edy Soepriyanto serta perwakilan dari Kapolres Trenggalek, AKP Andi Salbi.

Kendaraan dinas kepolisian mengantar rombongan dan tiba secara tepat pada pukul 00.00 WIB.

Walaupun pihak penyelenggara mengajukan permintaan kepada penjaga agar bersabar menantikan kedatangan, anggota keluarga tetap ingin segera berjumpa dengan calon jamaah haji.

Banyak keluarga yang datang langsung mendekati kendaraan bis guna menemukan anggota calon jamaah haji mereka.

Beberapa orang tetap menghubungi untuk menanyakan lokasi bis yang sedang ditumpangi serta tempat parkirnya di halaman pendopo.

Keributan terjadi ketika anggota keluarga jamaah haji berjumpa secara langsung.

Gesekan lembut dan ciuman di dahi anggota keluarganya menjadi penghibur rindu.

Seberapa panjang masa 40 hari tanpa bertemu dan terpaksa berselisih jarak jauh.

Anggota keluarga lainnya cepat bertindak untuk mengangkat barang bawaan dari bagasi bis.

Tidak lama kemudian, seorang utusan jemaah haji diajak untuk berdoa.

Yaitu KH Bilal Naim, seorang pengajar di Pondok Pesantren Hidayatut Thullab Kamulan, Kecamatan Durenan.

Semua jamaah calon haji serta anggota keluarganya turut menyampaikan doa.

Beberapa orang berdiri, sementara yang lain duduk bersama anggota keluarga dekatnya, secara bersamaan menyampaikan doa yang diucapkan oleh Kiai Bilal.

Setelah dilakukan doa, jamaah serta anggota keluarga perlahan-lahan meninggalkan tempat tersebut.

Sejumlah orang lainnya masih berada dalam antrian dan melakukan shalat di musholla yang terletak di belakang Pendopo.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama