Drone Ukraina Serang Museum Sejarah Rusia di Krimea

Drone Ukraina Serang Museum Sejarah Rusia di Krimea

Jakarta, IDN Times - Drone Ukraina dilaporkan menyerang sebuah museum terkenal milik Rusia yang berada di Sevastopol, Semenanjung Krimea, pada hari Rabu (10/6/2026). Wilayah Krimea adalah semacam tanjung yang menjadi bagian dari Ukraina namun telah dikuasai oleh Rusia sejak tahun 2014.

Museum ini menyimpan dokumen mengenai Perang Krimea antara Kekaisaran Rusia dengan Kesultanan Utsmaniyah di Turki yang terjadi sejak tahun 1853 hingga 1856. Pada konflik tersebut, kedua kerajaan bersaing untuk mendapatkan wilayah Krimea. Akan tetapi, Kekaisaran Rusia akhirnya dikalahkan dalam pertempuran tersebut.

1. Gubernur Krim mengutuk penyerangan pesawat tak berawak Ukraina

Kepala Pemerintah Daerah Sevastopol, Mikhail Razvozhayev, mengutuk serangan tersebut drone Museum sejarah Rusia menjadi sasaran di Ukraina. Razvozhayev menganggap serangan ini sebagai "penghinaan" kepada Moscow. Dia memastikan bahwa Kyiv akan secepatnya mendapatkan konsekuensi dari serangan tersebut.

Di dalam pernyatanya, Razvozhayev juga menyampaikan bahwa museum mengalami beberapa kerusakan setelah terkena dampak badai drone Ukraina. Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci jenis kerusakan apa yang dimaksudkan. "Lawan akan menanggung akibat dari penghinaan ini!" kata Razvozhayev mengrespons serangan Ukraina.

2. Pesawat tak berawak Ukraina sebelumnya telah menyerang area di Rusia

Sebelumnya, Ukraina telah melancarkan serangan juga Pada sebelumnya, Ukraina juga sudah mengirimkan serangan Sudah sejak awal, Ukraina melakukan serangan juga Dulu, Ukraina juga sempat menyerang Di masa lalu, Ukraina pernah menjalankan serangan juga drone Ke Kota St. Petersburg, Wilayah Leningrad, Rusia, beberapa hari yang lalu pada Hari Sabtu (6 Juni 2026). Saat itu, St. Petersburg tengah menyelenggarakan perhelatan forum ekonomi tahunan negara tersebut. Presiden Vladimir Putin turut berada di lokasi kejadian.

Kepala Wilayah Leningrad, Aleksandr Drozdenko, menyampaikan bahwa terdapat kira-kira 140 drone Ukraina yang menargetkan Saint Petersburg. Namun, seluruhnya drone Itu berhasil dijatuhkan oleh tentara Rusia. Karena itu, tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

3. Rusia dan Ukraina terus melakukan penyerangan satu sama lain

Sampai saat ini, konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina belum juga menunjukkan adanya titik akhir. Hal tersebut disebabkan oleh fakta bahwa keduanya masih melanjutkan serangan satu sama lain. Meskipun demikian, sejak bulan Februari, perseteruan dua negara itu telah memasuki masa keempat tahunnya.

Agar perang berakhir, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dilaporkan menulis surat kepada Putin pada hari Jumat (5/6/2026) minggu sebelumnya. Di dalam surat tersebut, dia meminta agar Putin melakukan pertemuan tatap muka guna mendiskusikan perdamaian. Namun, permintaan ini ditolak keras oleh Putin. Bahkan, Putin menyatakan bahwa langkah Zelenskyy mengirim surat langsung kepadanya dianggap tidak pantas.

Ukraina Mengklaim Rusia Tidak Berhasil Melakukan Intervensi dalam Pemilu Armeniya Ukraina Menyatakan bahwa Upaya Rusia untuk Membantu Pemilihan Umum di Armenia Gagal Pihak Ukraina Berkomentar tentang Kegagalan Intervensi Rusia pada Proses Pemiluan di Armeniya Kementerian Luar Negeri Ukraina Mengungkapkan Ketidaktepatan Peran Rusia dalam Pilpres Armenia Ukraina Merujuk pada Keberhasilan yang Kurang dari Usaha Rusia dalam Memengaruhi Pemilu di Negara Tetangga Russia Mengakui Mengalami Kekurangan Bahan Bakar Minyak karena Serangan Pesawat Tanpa Awak Ukraina

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama