Ants - Korps Pasukan Penjaga Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa 18 lokasi kekuatan militer AS di Kuwait dan Bahama menjadi target penyerangan dalam situasi ketegangan regional Teluk yang semakin memburuk.
Di dalam pernyataannya pada hari Kamis, IRGC mengumumkan bahwa sasaran-sasarannya termasuk lapangan udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait serta lapangan udara Sheikh Isa di Bahrain.
Sementara itu, militer Iran mengklaim melakukan serangan terhadap sistem pertahanan Patriot serta instalasi komunikasi Angkatan Laut Kelima Amerika Serikat yang berada di Bahrain.
Tentara Iran juga membenarkan bahwa beberapa pesawat tak berawak ditembakkan menuju Armada Kelima Amerika Serikat sebagai respons terhadap apa yang mereka anggap sebagai serangan dari pihak AS terhadap wilayah selatan Iran.
Angkatan bersenjata Iran selalu siaga untuk berhadapan dengan lawan "sampai napas terakhir" dan takkan menarik diri sampai segala tindakan musuh dihukum, demikian pernyataan dari pihak militer Iran.
Pernyataan ini dikeluarkan dalam situasi tegang di wilayah yang memburuk setelah serangan Amerika Serikat ke bagian selatan Iran serta respons Iran dengan menyerang aset militer Amerika di Teluk. (*)
Posting Komentar