Ketua MUI Kabupaten Cilacap, Nasrulloh Muchson, menyatakan bahwa pelantikan ini tidak hanya sebuah upacara belaka, tetapi merupakan pemberian tanggung jawab yang sangat berat.
"Pelantikan ini merupakan tanggung jawab berat yang harus dimpertanggungjawabkan bukan hanya kepada masyarakat, tapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. MUI memainkan peranan penting sebagai pelayan rakyat dan mitra pemerintah," kata Nasrulloh dalam pidatonya.
Kepala Daerah Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, mengucapkan apresiasi terhadap pengukuhan ini serta menegaskan kepentingan tugas Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam memperkenalkan program pembangunan kepada masyarakat. Dalam upaya pendukungannya, pihak pemerintah kabupaten merencanakan renovasi kantor MUI untuk membuatnya lebih layak dan dapat membantu aktivitas para tokoh agama.
"Sebagai mitra, Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap sangat mengharapkan peran Majelis Ulama Indonesia dalam menyampaikan informasi tentang berbagai program pembangunan yang ada di Kabupaten Cilacap," ujar Syamsul.
Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah dalam mencapai otonomi keuangan. Meski terdapat potensi pengurangan dana di tahun 2026, ia tetap percaya diri bahwa hal ini tidak akan mengganggu pelaksanaan proyek pembangunan.
"Kami percaya usaha yang dilakukan dapat menjadi lebih kuat jika kami diberkati dan dimohonkan doa oleh para kyai MUI dari berbagai kecamatan," katanya.
Membahas topik diskusi kelompok mengenai etika dalam dunia digital, Syamsul menyampaikan permasalahan "kamera CCTV yang bergerak", di mana segala kegiatan saat ini bisa dengan mudah direkam melalui ponsel. Ia memperingatkan bahwa pada masa sekarang, baik lembaga pemerintahan maupun pemimpin agama perlu bersiap menghadapi pendapat dari pengguna internet.
Kepala daerah menegaskan peran MUI sebagai penjernih informasi di tengah meningkatnya distorsi akibat cara penyajian media atau pemotongan video. Dengan acara tersebut, diharapkan kemitraan antara pemerintah dan para ulama semakin erat dalam memelihara ketenangan wilayah serta mengedukasi masyarakat untuk lebih cerdas dan santun dalam menggunakan dunia maya. --- Bupati menekankan bahwa MUI memiliki fungsi vital sebagai pengendali informasi di saat banyak terjadi kesimpangsiuran karena manipulasi naratif dari media atau potongan video. Lewat aktivitas ini, harapan besar adalah adanya kerja sama yang lebih solid antara pemerintah dengan tokoh agama guna menjaga stabilitas lingkungan sekaligus membimbing warga agar lebih arif dan bertatakrama dalam bersosialisasi secara online. --- Pemimpin setempat menyampaikan betapa pentingnya lembaga MUI sebagai filter informasi pada masa dimana sering kali ada bias disebabkan oleh tata saji media maupun rekaman video yang direduksi. Berbagai program seperti ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar pemerintah dan kyai demi menciptakan suasana aman sambil memberdayakan masyarakat untuk lebih cermat dan sopan dalam berinteraksi di internet.
"Kekurangan kami ialah membagikan informasi tanpa melakukan pemilahan. MUI dapat berperan sebagai penggerak atau penjelas informasi sehingga masyarakat mendapatkan data yang akurat. MUI perlu menjadi tempat pengendali dalam proses seleksi informasi mengenai agama maupun sosial," tutup Syamsul. ***
Posting Komentar