Sejarah Hari Keluarga Nasional 29 Juni 2026: Ayah Wajib Hadir di Harganas Ke-33

Sejarah Hari Keluarga Nasional 29 Juni 2026: Ayah Wajib Hadir di Harganas Ke-33

ANTS Pada tanggal 29 Juni 2026, masyarakat Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Tanggal 29 Juni 2026 menjadi hari ulang tahun Hari Nasional ke-33.

Diambil dari Panduan Logo Hari Keluarga Nasional tanggal 29 Juni 2026 yang dirilis oleh Direktorat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Hari Keluarga Nasional merupakan kesempatan untuk memperkuat delapan fungsi keluarga guna menciptakan keluarga yang mandiri, sehat, serta bermutu sebagai dasar menuju Indonesia maju.

Topik perayaan Hari Keluarga Nasional yang ke-33 ialah "Bapak Harus Berada di Sana".

Topik ini menggarap fungsi seorang ayah yang tidak hanya sebagai pencari penghidupan.

Dia merupakan benteng pertama dalam menciptakan perasaan aman yang diketahui oleh seorang anak. Kehadirannya tidak hanya terbatas pada tinggal di rumah yang sama.

Keberadaan yang sebenarnya artinya hadir sepenuhnya saat anak menceritakan sesuatu, memberi tanggapan ketika anak bertanya, serta menyertai saat anak membutuhkan keamanan.

Bapak-bapak yang ada di tengah keluarga saat ini sedang membentuk generasi yang sehat, berintegritas, unggul, serta saling mendukung demi menjadikan Indonesia lebih baik menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Sejarah Hari Keluarga Nasional

Asal usul Perayaan Hari Keluarga Nasional berhubungan dengan perjuangan tokoh-tokoh pejuang setelah kemerdekaan.

Meski sudah memperoleh kemerdekaan, keadaan negeri pada masa tersebut masih belum aman. Kewajiban wajib militer diwajibkan berlaku.

Beberapa warga bersedia meninggalkan anggota keluarganya untuk berperang guna menjaga kemerdekaan Tanah Air.

Tanggal 22 Juni 1949 menjadi hari dimana Belanda secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia.

Prajurit-prajurit yang bertahan dalam pertempuran kemudian pulang ke rumah dan bersatu kembali dengan anggota keluarga mereka seminggu setelah peristiwa tersebut, yaitu tepat pada hari Sabtu, 29 Juni 1949.

Peristiwa tersebut memotivasi Prof. Dr. Haryono Suyono, kepala BKKBN di masa presiden Soeharto, untuk menetapkan tanggal 29 sebagai Hari Keluarga Nasional.

Pada tanggal 29 Juni, gerakan Keluarga Berencana (KB) nasional pertama kali diinisiasi tahun 1970.

Pada akhirnya, pada tanggal 15 September 2014, Harganas memperoleh pengakuan resmi berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 39 Tahun 2014 yang menentukan tanggal 29 Juni menjadi Hari Keluarga Nasional yang harus dirayakan tiap tahun.

Sekarang ini, Hari Keluarga Nasional tetap diperingati di berbagai penjuru Indonesia.

Puncak perayaan Harganas diadakan secara berputar antar kota, sebagai bentuk penekanan atas peran penting keluarga sebagai fondasi dalam membangun bangsa dan negara.

Pesan ini menegaskan bahwa sejarah suatu bangsa tidak terlepas dari sejarah keluarga. Karena dari

keluarga, harapan tumbuh.

Dan dari keluarga, perjalanan Indonesia yang lebih baik dimulai.

(*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama