Ringkasan Berita:
- Departemen Agama memadukan program Future Talent Hub bersama PRIMA Magang PTKI guna menyiapkan para mahasiswa dari institusi pendidikan tinggi keagamaan dalam menjelajahi dunia kerja.
- Para mahasiswa dianjurkan untuk menguasai kemampuan nyata serta teknologi, bukan sekadar pemahaman teoretis, dengan bantuan pelatihan, pembimbingan, penilaian berdasarkan proyek, dan program kerja praktek yang sistematis.
- Program ini bertujuan mengakomodir 1.000 mahasiswa selama periode 2024 hingga 2026, dengan perhatian khusus terhadap pengembangan keterampilan lunak seperti kemampuan berkomunikasi, kerja sama, serta pembentukan merek diri.
Ants, JAKARTA - Prof. Dr. Phil. H. Syahiron Syamsuddin, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam dari Kementerian Agama menyampaikan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam harus mampu menjembatani pemahaman ilmiah dengan kemampuan yang diperlukan oleh pasar kerja.
Berdasarkan pendapat Syahiron, para pelajar masa kini perlu menguasai keterampilan nyata yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja, seperti kemampuan dalam bidang teknologi informasi.
"Para mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, namun juga harus memiliki keterampilan sesuai dengan tuntutan dunia kerja, termasuk kompetensi dalam bidang digital," ujar Syahiron.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Syahiron saat menandatangani MoU antara Kemenag bersama Pijar Foundation guna memadukan program Future Talent Hub dengan PRIMA Magang PTKI.
Syahiron berharap kemitraan ini mampu mempermudah lembaga pendidikan agama dalam menyelaraskan metode pengajaran sesuai tuntutan pasar kerja.
"Pengembangan kolaborasi ini merupakan langkah signifikan dalam membuka peluang magang yang lebih luas bagi mahasiswa PTKI sehingga mereka bisa mendapatkan kemampuan tambahan serta lebih siap menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan studi," kata Syahiron.
Dengan kolaborasi ini, Future Talent Hub akan terintegrasi dalam program PRIMA Magang PTKI guna menciptakan jalur persiapan karier yang lebih menyeluruh bagi para mahasiswa.
Program ini meliputi kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor industri, bimbingan dari mentor, penilaian berdasarkan proyek dan analisis kasus, serta pengalaman kerja praktek yang sistematis.
Pembuatan perjanjian kolaborasi diwujudkan oleh Syahiron yang mewakili Kementerian Agama bersama dengan Direktur Eksekutif Pijar Foundation, Cazadira Fediva Tamzil.
Dengan adanya integrasi ini, mahasiswa PTKI tidak hanya memiliki kesempatan untuk melakukan praktik kerja, tetapi juga menerima pelatihan yang sesuai sebelum menghadapi dunia kerja nyata.
Selama tahun 2024 sampai dengan 2026, program ini bertujuan untuk mencapai maksimal 1.000 mahasiswa yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan tinggi agama, seperti jaringan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI-NU), Ma'had Aly, serta beberapa universitas lain di dalam sistem organisasi Nahdlatul Ulama.
Peserta diizinkan untuk memilih jalur pendidikan terkait Pemasaran Digital serta Manajemen Produk.
Di samping keterampilan teknis, para siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang baik dalam lingkungan profesional, bekerja sama dengan orang lain, manajemen proyek, pembentukan merek pribadi, penyampaian materi secara efektif, serta persiapan masuk ke dunia industri.
Posting Komentar