Ringkasan Berita:
- Piala UAA di Negeri Liang bukan sekadar kompetisi sepak bola, namun juga merupakan wadah untuk memperluas tali persaudaraan serta menumbuhkan jiwa reconcilation antar masyarakat Negeri Liang.
- Belasan peserta dari berbagai wilayah turut serta dalam kegiatan tersebut, termasuk atlet nasional seperti Rizky Pellu dan Alvin Tuasalamony yang kembali ke kampung halamannya guna memperkuat tim masing-masing.
- Ada sekitar 37 tim yang bertanding di tiga kelas dengan lebih dari 100 laga, membuat UAA CUP menjadi momen penyatuan antar generasi.
Liputan Reporter Ants, Letnan Jendral Louis
AMBON, Ants– Stadion sepak bola di Negeri Liang, Kecamatan Maluku Tengah, bukan sekadar tempat bertanding untuk menunjukkan strategi dan keahlian para atlet dalam Upu Ana Amariang (UAA) atau Kejuaraan Anak Cucu Negeri Liang.
Selain itu, kejuaraan yang diselenggarakan oleh DPP Upu Ana Amariang, organisasi pemuda Negeri Liang yang tinggal di luar kampung halaman, bertujuan sebagai sarana untuk memperkuat ikatan saudara serta mengumpulkan kembali putra-putri tanah air yang menyebar di berbagai wilayah.
Ketua Komite UAA CUP, Adri bin Ridwan Selan (39) menyampaikan bahwa ajang kompetisi ini muncul berdasarkan semangat untuk mempertahankan hubungan baik serta melanjutkan proses perdamaian yang sebelumnya telah dikembangkan di Negeri Liang.
Ia mengatakan bahwa sepak bola dipilih sebagai olahraga yang mampu mempersatukan beragam lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
"Pertandingan ini adalah bagian dari usaha untuk melestarikan tali persaudaraan serta memperkuat semangat perdamaian yang telah terbentuk. Kita berharap seluruh putra daerah dapat kembali bersatu dalam suasana yang penuh kerja sama," ujar Adri.
Yang menarik adalah semangat para peserta ternyata berasal terutama dari penduduk Liang yang tinggal di luar desa asal mereka.
Mereka kembali untuk melindungi pasukan mereka sambil memperkuat pertandingan yang merupakan acara utama bagi warga negeri Liang itu.
Para peserta datang dari Kota Ambon, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, serta berbagai wilayah lainnya.
Semangat rekan-rekannya sangat luar biasa. Banyak orang yang datang dari luar negara maupun daerah untuk bergabung dan bermain bersama angkatan mereka. Rekan-rekan yang tinggal di Negeri Liang bertindak sebagai penyelenggara agar semua bisa hadir dalam momen tersebut," katanya.
Selain itu, gelaran UAA CUP memiliki ciri khas karena kehadiran beberapa pemain yang telah aktif dalam kompetisi sepak bola nasional.
Sejumlah nama yang turut serta mencakup Rizki Pellu, Alvin Tuasalamony, beserta beberapa pemain lainnya yang memanfaatkan waktu istirahat liga untuk kembali ke kampung halaman dan menyatu dengan regunya masing-masing.
"Secara kebetulan, acara ini digelar ketika kompetisi nasional sedang dalam masa istirahat, sehingga sejumlah atlet yang bertanding di Liga Nasional juga dapat menghadiri dan memeriahkan pertandingan tersebut," ujar Adri.
Pada tahun ini, terdapat 37 tim yang mengikuti kompetisi UAA CUP. Semua peserta di kelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu kategori pemuda, kategori paruh dewasa, serta kategori legenda yang ditujukan untuk peserta dengan usia minimal 45 tahun.
Jumlah peserta yang lumayan besar membuat panitia menduga bahwa keseluruhan pertandingan yang akan diselenggarakan melebihi seratus laga.
Kini persaingan sedang dalam tahap laga pertama dan akan dilanjutkan dengan laga kedua sebelum pada akhirnya sampai di babak final.
"Terdapat masih banyak laga yang akan dilaksanakan. Jika dijumlah secara keseluruhan dapat melebihi seratus pertandingan dan mungkin butuh waktu sekitar satu bulan lebih sebelum babak final dimainkan," ujarnya.
Adri berharap gelaran UAA CUP bukan sekadar menghasilkan pemenang dalam pertandingan, namun juga semakin mempererat hubungan kekeluargaan antar generasi masyarakat Negeri Liang.
Dia bahkan berharap konsep Liga Sekolah yang digunakan dalam turnamen ini dapat menjadi teladan bagi negara-negara lain di Maluku.
"Kami berharap dapat membuktikan bahwa sepak bola mampu menyatukan semua pihak. Marilah kita meninggalkan segala perbedaan, menjalin hubungan baik, memperkuat persaudaraan, membangun negri, serta menciptakan Maluku yang lebih maju," ujarnya.(*) Atau: "Kami ingin menegaskan bahwa olahraga sepak bola memiliki kemampuan untuk menghubungkan orang-orang. Ayo lupakan perbedaan dan bergabung dalam menjaga tali kekeluargaan, membangun tanah air, serta merancang Maluku yang lebih baik," kata dia.(*) Atau: "Pada akhirnya kami ingin menunjukkan bahwa sepak bola bisa menjadi jembatan antar sesama. Mari kita lepaskan ketidaksepahaman, tetap menjaga komunikasi, bekerja sama membangun bangsa, serta menciptakan kondisi Maluku yang lebih baik," tambahnya.(*) Atau: "Tujuan utamanya adalah memberi contoh bahwa sepak bola mampu menyatukan seluruh rakyat. Kita harus melupakan perpecahan, saling mendukung, bersinergi dalam pembangunan negeri, dan membuat Maluku semakin berkembang," katanya.(*) Atau: "Ingin kami sampaikan bahwa sepak bola bukan hanya sekadar pertandingan, tapi juga sarana penyambung hati. Silahkan tinggalkan perbedaan pendapat, teruslah menjaga kerja sama, bahu-membahu membangunkan Tanah Air, dan ciptakan Maluku yang lebih sejahtera," demikian penutupnya.(*) (*)
Posting Komentar