jatim.Ants SURABAYA - Proses pengambilan PIN Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) tahun 2026 untuk tingkat SMA/SMK di Jawa Timur secara resmi selesai pada hari Selasa (9/6).
Badan Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyebutkan bahwa ada sekitar 287.659 peserta didik baru sudah mendapatkan PIN setelah melewati tahap pemeriksaan dan pengujian data. Angka ini diperoleh dari jumlah total 316.078 siswa yang mendaftar PIN agar bisa ikut dalam SPMB Tahun 2026.
Di sisi lain, terdapat 4.006 siswa yang masih belum memperoleh PIN sampai masa pendaftaran berakhir.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyatakan bahwa tidak ada penundaan dalam proses penerimaan PIN. Namun, ia mengimbau kepada siswa baru yang belum mendapatkan PIN agar tetap bersemangat dan terus melanjutkan studinya.
"Alhamdulillah proses pengambilan PIN telah selesai. Untuk para siswa baru yang belum menerima jangan kecewa. Karena di sekolah swasta juga tersedia beasiswa, serta mutu pendidikan antara sekolah negeri dan swasta tidak berbeda. Oleh karena itu, teruslah semangat dalam menempuh ilmu," ujar Aries, Rabu (10/6).
Aries menyampaikan bahwa dalam proses pengambilan PIN, Posko SPMB Dindik Jawa Timur mendapatkan beberapa tantangan yang dihadapi oleh para calon peserta didik. Di antaranya adalah kesulitan masuk sistem akibat lupa tanggal pembuatan Kartu Keluarga (KK), sekolah asal belum memasukkan nilai raport, serta siswa belum melaksanakan verifikasi nilai raport sendiri.
Di samping itu, juga ada permohonan pencabutan verifikasi karena kesalahan angka, kesalahan pemilihan status KK dan Surat Keterangan Domisili (SKD), serta perubahan status disabilitas yang dimintai oleh orang tua.
Pada penyelenggaraan SPMB kali ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga menyiapkan simulasi pendaftaran guna membantu para calon peserta didik memahami proses seleksi. Dari jumlah total 316.078 calon peserta didik yang mendaftar dengan menggunakan PIN, sebanyak 146.503 siswa sudah melakukan simulasi pendaftaran. Sementara itu, 169.575 siswa lainnya masih belum memanfaatkan layanan tersebut.
Berdasarkan pendapat Aries, simulasi bukanlah keharusan, namun sangat diperlukan agar para siswa mendapatkan pemahaman mengenai prosedur pendaftaran yang sesungguhnya.
"Bukan harus diikuti, namun tahapan ini apabila tidak dilalui oleh siswa yang mendaftar akan merugi. Karena mereka akan menghadapi kendala ketika proses penerimaan mahasiswa baru berlangsung," katanya.
Ia menjelaskan bahwa simulasi dirancang sedekat mungkin dengan proses pendaftaran yang asli. Misalnya pada jalur domisili, peserta didik bisa memperoleh informasi mengenai wilayah biasa dan wilayah penyebaran berdasarkan alamat tempat tinggal mereka, termasuk jarak menuju sekolah tujuan.
"Bila telah mengikuti simulasi, mereka memperoleh pemahaman serta gambaran tentang tempat sekolah yang akan dituju dan seberapa jauh jaraknya ketika mendaftar lewat jalur kependudukan," katanya.
Sama halnya dengan jalur Prestasi Nilai Akademik SMA atau SMK, peserta didik bisa memperoleh informasi mengenai nilai akhir yang akan dipakai dalam tahap pemilihan.
"Kami membuat simulasi pendaftaran ini agar para siswa memiliki gambaran serta pemahaman mengenai proses yang terjadi pada pendaftaran sesungguhnya," ujarnya.
Aries juga memberi peringatan kepada para calon siswa agar memeriksa kembali jadwal pendaftaran melalui jalur Domisili SMA yang memiliki kuota sebesar 35 persen serta SMK sebanyak 10 persen, yang akan dibuka mulai tanggal 11 hingga 12 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa penilaian dalam jalur ini berdasarkan nilai ujian, jarak tempuh dari rumah ke sekolah, serta saat pendaftaran dilakukan.
Selanjutnya, pendaftaran SPMB Tahap Kedua akan dilaksanakan tanggal 17-18 Juni 2026 dengan kuota untuk Jalur Mutasi SMA/SMK, Afirmasi SMA (30 persen), Afirmasi SMK (15 persen), Mutasi Orang Tua (5 persen), serta Prestasi dalam Kompetisi (5 persen).
Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Jalur Prestasi Nilai Akademik SMA yang memiliki kuota sebesar 25% akan diadakan pada tanggal 24 dan 25 Juni 2026, sementara jalur Prestasi Nilai Akademik SMK dengan kuota 65% dimulai pada 30 Juni sampai 1 Juli 2026. 2. Pendaftaran untuk jalur Prestasi Nilai Akademik SMA dengan alokasi kursi 25% dilaksanakan antara 24 hingga 25 Juni 2026, sedangkan jalur Prestasi Nilai Akademik SMK yang menyediakan 65% tempat terbuka mulai 30 Juni hingga 1 Juli tahun yang sama. 3. Jadwal penerimaan melalui jalur Prestasi Nilai Akademik SMA dengan kapasitas 25% yaitu 24–25 Juni 2026, sementara jalur Prestasi Nilai Akademik SMK yang menawarkan 65% kursi buka pada periode 30 Juni hingga 1 Juli 2026. 4. Periode pelaksanaan jalur Prestasi Nilai Akademik SMA dengan jumlah peserta maksimal 25% jatuh pada hari 24 dan 25 juni 2026, sedangankan jalur Prestasi Nilai Akademik SMK yang mempunyai kuota sebesar 65% tersedia mulai 30 Juni hingga 1 Juli 2026. 5. Untuk jalur Prestasi Nilai Akademik SMA dengan quota 25%, proses seleksi berlangsung pada 24–25 Juni 2026, sedangkan jalur Prestasi Nilai Akademik SMK dengan kuota 65% dibuka selama masa pendaftaran 30 Juni hingga 1 Juli 2026. (mcr12/jpnn)
Posting Komentar