Ringkasan Berita:
- Wakil Rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN), Marlyn Maisarah, bekerja sama dengan Departemen Pekerjaan Umum dalam menyelenggarakan Uji Kompetensi Buruh Konstruksi di Kota Bogor.
- Ada sekitar 100 peserta yang ikut dalam acara tersebut, yaitu pekerja konstruksi dan sopir truk.
- Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam bidang konstruksi bangunan.
ANTS, BOGOR – Wakil Rakyat dari DPR RI, Marlyn Maisarah bekerjasama dengan mitranya yaitu Departemen Pekerjaan Umum (PU), lewat Balai Jasa Konstruksi Wilayah III (BJKW III) Jakarta, menyelenggarakan pelatihan serta sertifikasi kompetensi tenaga konstruksi untuk sebanyak 100 pekerja konstruksi di Aula Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari Senin tanggal 29 Juni 2026.
Program ini adalah bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di bidang konstruksi agar dapat memperkuat pengembangan infrastruktur nasional dengan adanya pekerja yang memiliki kemampuan, keahlian, serta sertifikasi sesuai standar kompetensi nasional.
Ada sekitar 100 peserta yang datang dari 15 desa di Kecamatan Pamijahan ikut serta dalam pelatihan tersebut.
Mereka terdiri dari pekerja konstruksi serta sopir yang sejak lama bertindak sebagai pihak utama dalam pelaksanaan proyek pembangunan di level masyarakat.
Pada pidatonya, Marlyn Maisarah menyatakan bahwa kesuksesan dalam pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada adanya dana serta perencanaan yang baik, namun juga dipengaruhi oleh kemampuan tenaga ahli bangunan yang memenuhi standar tertentu. Di tengah ucapan selamatnya, Marlyn Maisarah menekankan bahwa kelancaran proyek infrastruktur bukan saja tergantung dari besarnya anggaran dan persiapan yang cermat, melainkan juga dari tingkat profesionalisme pekerja konstruksi yang berkompeten sesuai aturan. Dalam wawancara resminya, Marlyn Maisarah mengingatkan bahwa pencapaian dalam pengembangan infrastruktur tidak semata-mata didorong oleh tersedianya dana dan penyusunan strategi yang rinci, tapi juga oleh keterampilan para teknisi konstruksi yang mumpuni sesuai norma yang berlaku.
Sertifikasi kompetensi ini menjadi salah satu upaya memperkuat pembangunan bangsa dengan meningkatkan mutu tenaga kerja di bidang konstruksi. Adanya sertifikat kompetensi akan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi peserta, baik dalam proyek pemerintah maupun swasta. Mudah-mudahan ilmu serta sertifikat yang didapat mampu menaikkan kesejahteraan para pekerja konstruksi," kata Marlyn.
Marlyn selanjutnya secara resmi meresmikan acara pelatihan serta sertifikasi kompetensi pekerja konstruksi itu.
Tantangan dunia kerja
Di sisi lain, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta dari Departemen Pekerjaan Umum, Priyono, menyampaikan bahwa tantangan dalam meningkatkan kemampuan pekerja konstruksi di Tanah Air tetap cukup berat.
Di antara sekitar 9,7 juta pekerja konstruksi di Indonesia, hanya sekitar 7 persen saja yang sudah memperoleh sertifikat keahlian.
"Situasi ini merupakan tantangan bersama. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bu Marlyn Maisarah atas bantuan yang diberikannya dalam meningkatkan jumlah pekerja konstruksi yang memiliki sertifikat melalui program semacam ini," ujar Priyono.
Dia menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya disampaikan melalui materi teoritis di ruang kelas, namun juga didampingi dengan kegiatan praktek langsung, misalnya pemasangan batu bata serta penggunaan rangka baja ringan.
Pengesahan dilakukan bersama-sama dengan LSP Bina Konstruksi Nusantara pada tingkat keahlian Level 1 sampai Level 3, sehingga surat tanda lulus yang dikeluarkan memenuhi kriteria kompetensi nasional.
Penyelenggaraan pelatihan dan evaluasi dilakukan under bimbingan Herzal, trainer dari Himpunan Aplikator Konstruksi Indonesia (HAPI), serta sebagai assessor kompetensi, yang memberikan penilaian kepada semua peserta sesuai dengan skema sertifikasinya yang sudah ditentukan.
Agar bisa bersaing
Kepala Desa Pamijahan, Eka Novari, menyambut baik pelaksanaan acara tersebut. Ia berpendapat bahwa sertifikasi kompetensi akan membawa manfaat yang signifikan bagi warga, terutama dalam menigkatkan mutu tenaga kerja setempat sehingga lebih siap menghadapi persaingan di pasar kerja.
"Mudah-mudahan sertifikat ini membawa pengaruh besar, baik untuk para peserta secara individu maupun untuk perkembangan masyarakat serta pembangunan di kawasan Pamijahan dan sekitarnya," katanya.
Penghargaan juga diucapkan oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor dari fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan.
Dia menganggap program itu sangat diperlukan oleh masyarakat karena dapat menciptakan pekerja konstruksi yang lebih berkualitas dan kompetitif.
Program ini bertujuan menciptakan pekerja konstruksi yang lebih mumpuni, berprofesionalisme tinggi, serta memiliki sertifikasi resmi. Dengan mendapatkan sertifikat tersebut, peserta pasti akan memperoleh peningkatan nilai plus dan kemampuan bersaing yang lebih kuat dalam pasar kerja. Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Marlyn Maisarah atas upaya beliau membawa program aspiratif ini hingga ke kawasan Pamijahan," ujarnya.
Ketua Komite Pelaksana BJKW III Jakarta, Sahroni, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapatkan dukungan berupa penganggaran yang dialokasikan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta dalam rangka program penguatan kemampuan sumber daya manusia di bidang konstruksi.
Sertifikasi tenaga kerja konstruksi adalah salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah dalam rangka menaikkan kualitas para pekerja dengan mengakui kemampuan mereka sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Semakin bertambahnya jumlah pekerja yang memiliki sertifikat diharapkan mampu meningkatkan mutu pelaksanaan proyek pembangunan infrastuktur nasional, peningkatan efisiensi dari para pekerja juga akan berdampak pada keunggulan kompetitif sumber daya manusia sektor konstruksi Tanah Air.
Posting Komentar