ANTS - Menurut catatan World Health Organization (WHO), telah terjadi kira-kira 190 serangan oleh Israel terhadap berbagai fasilitas kesehatan di Lebanon sejak bulan Maret tahun 2026. Dalam serangan ganas ini, sebanyak 128 tenaga medis meninggal dunia.
"Baru saja dalam tiga bulan terakhir, WHO telah mengonfirmasi sekitar 190 serangan terhadap tempat-tempat layanan kesehatan. Insiden-insiden tersebut menyebabkan kematian 128 tenaga medis serta cedera pada 332 orang lainnya," ujar wakil WHO di Lebanon, Abdinasir Abubakar, saat berbicara di Geneva, dikutip dari Antara, Rabu (3/6).
Ia mengatakan bahwa ada 11 serangan yang terjadi dalam seminggu terakhir, sehingga menyebabkan kematian empat orang serta melukai 24 orang lainnya.
Abubakar menyebut bahwa WHO masih melakukan verifikasi terkait laporan serangan udara ke Rumah Sakit Jabal Amel hari Senin (1/6), di mana berdasarkan data sementara dari Kementerian Kesehatan Lebanon, setidaknya 86 orang cedera.
Wakil WHO menyebutkan bahwa tiga bulan terakhir merupakan periode yang sangat berbahaya bagi Lebanon sejak perang meletus pada Oktober 2023.
Pada hari Senin (1/6), Departemen Kesehatan Libanon melaporkan bahwa jumlah korban jiwa dari serangan udara Israel antara tanggal 2 Maret sampai 1 Juni mencapai 3.433 orang, sementara sebanyak 10.395 orang lainnya terluka.
Posting Komentar