Ringkasan Berita:
- Seorang dokter gigi pemula menjadi pelaku kekerasan dari seseorang yang tak dikenal (OTK) di area perlintasan dekat Superindo Km 9, Palembang pada hari Rabu (3/6/2026).
- Para korban menderita luka sobek yang memerlukan tujuh jahitan pada area kepalanya serta wajib menjalani pengobatan intensif pasca-ditusuk palu.
- Bencana terjadi saat kendaraan roda dua jenis matik berwarna gelap tanpa nomor polisi tiba-tiba melintas di depan korban dengan cepat dari sisi kiri menuju kanan guna melakukan perubahan arah.
ANTS, PALEMBANG - Alda Tri Wahyuni, seorang dokter gigi muda yang tinggal di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, menjadi korban tindakan kekerasan hingga mengalami penganiayaan parah dari seseorang tak dikenal.
Alda Tri Wahyuni mendapat cedera parah yang membutuhkan tujuh jahitan setelah kepalanya dipukul menggunakan palu oleh seseorang tak dikenal yang sedang berkendara sepeda motor.
Kejadian itu berlangsung di Jalan Kolonel H. Burlian dekat Superindo KM 9, Palembang, setelah korban pulang dari tugas koas di sebuah rumah sakit pada hari Rabu, tanggal 3 Juni 2026, kira-kira pukul 17.44.
Dengan bantuan saksi kata dari ANTS, Alda Tri Wahyuni mengungkapkan rangkaian peristiwa mengerikan yang terjadi padanya.
Bencana terjadi saat kendaraan roda dua jenis matik berwarna gelap tanpa nomor polisi tiba-tiba melintas di depan korban dengan cepat dari sisi kiri menuju kanan guna melakukan perubahan arah.
Menurut keterangan saksi yang berada di tempat kejadian, pengendara motor itu telah melanggar aturan jalur dari awal saat kondisi lalu lintas sedang tersumbat.
"Saat kejadian berada di sekitar Super Indo KM 9. Di tempat tersebut terdapat tikungan untuk memutar balik. Saya sedang berada di sisi kanan jalan. Saat itu pelaku menabrak saya. Saya melihatnya langsung menyeberang dari kiri ke kanan ingin melewati dengan cara seperti itu. Menurut kesaksian orang yang menyaksikan, ternyata ia berasal dari arah kiri dan sudah melakukan kesalahan sejak awal. Ternyata ia keluar dari jalurnya lalu belok dari kiri ke kanan hingga mengenai bagian depan kendaraan saya," kata Alda saat dimintai konfirmasi oleh Tribunsumsel pada Jumat (5/6/2026).
Keadaan sepeda motor tersangka terjebak pada bumper bagian depan mobil Alda sehingga menyebabkan kerusakan parah pada kendaraannya.
Karena situasi jalanan yang sibuk dan penuh sesak, Alda mengambil langkah dengan meminta para pelaku untuk berhenti di sekitar area show room mobil serta Super Indo agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
Namun setelah berhenti, pelaku tiba-tiba marah dan menghardik Alda.
"Aksi tersangka langsung emosi, 'Bagaimana ini, aku sudah menyala kan lampu senja tetapi mengapa kau tabrak saya?'” kata Alda menirukan perkataan tersangka.
Lalu saya berkata, 'Tuan, Pak sudah bergerak dari kiri ke kanan. Namun jika memang ingin pergi ke arah kanan, seharusnya Pak sudah mengambil jalur dari jauh ke kanan, bukan malah mulai dari kiri ke kanan. Selain itu meskipun Pak telah menyalakan lampu senja, seharusnya Pak terlihat melalui kaca spion mobil saya jika benar-benar ada di belakang. Tetapi Pak tidak terlihat dan langsung menyeberang,' tambahnya.
Tersangka yang merasa kecewa selanjutnya mengajukan permohonan penggantian biaya secara mandiri guna memperbaiki motor yang melenceng.
Merasa tidak bersalah atas tindakan yang dilakukan, Alda meminta pelaku untuk menangani perkara ini melalui prosedur hukum di kantor kepolisian terdekat.
"Saat saya mengajak ke kantor polisi, dia bilang, 'Tidak, nantinya akan memakan waktu lama. Saya hanya ingin permintaan penggantian sesuai standar saja.' Dia tetap bersikeras menuntut penggantian uang," katanya.
Bukan hanya menolak, tersangka juga langsung melemparkan kata-kata kotor kepada korban. Selain menolak, pelaku justru memulai mengucapkan umpatan keras terhadap korban. Pelaku tidak hanya menolak, tetapi juga mulai menyampaikan caci maki pada korban. Di samping menolak, pihak yang bersangkutan malah merendahkan korban dengan ucapan kasar. Tidak sekadar menolak, pelaku bahkan berani memberi ejekan buruk kepada korban.
Pelaku berkata seperti ini, "Iya saya memang... hey kau, kau tidak punya pikiran jika kau tidak bersedia mengganti kerugian." Ia menagih demikian, "Kau tidak berhati nurani."
Menyaksikan perselisihan itu, seorang petugas penjaga mobil di tempat kejadian mendekati untuk mencoba mengakhiri konflik.
Para penjaga mobil di sekitaran menyarankan jalur tengah sehingga kedua belah pihak dapat mengakui kerusakan kendaraan masing-masing sendiri karena kerusakannya termasuk kecil.
Alda juga setuju dengan pilihan itu, tapi orang tersebut terus marah-marah. Akhirnya, petugas penjaga kendaraan meminta Alda masuk ke dalam mobil dan pergi sehingga kondisi tidak makin memburuk.
"Lalu saya berkata, 'Baiklah jika memang begitu, tidak masalah. Jika tidak ingin diperpanjang oleh pihak kepolisian, silakan perbaiki sendiri saja juga tidak apa-apa.' Namun tersangka terus mengatakan, 'Tidak, bukan seperti itu... kamu tidak memiliki akal dan tidak bertanggung jawab.' Lalu petugas parkir berkata, 'Sudah De, jangan diperpanjang lagi, tidak masalah jika kamu ingin pulang,' " cerita Alda.
Tensi meningkat ketika Alda kembali mendekati kendaraannya. Dari jarak jauh, dia melihat tersangka telah mengambil martil logam yang disimpan di bagian depan motor tersebut bersama sebatang kayu.
"Pelaku ini masih tidak menerima, saat saya ingin memasuki kendaraan, petugas parkir menyuruhku untuk naik ke dalam mobil. Saya sudah melihat dia mengambil martil dari sepeda motornya, di situ ada kayu dan juga martil. Ia telah mengambil martil tersebut. Ketika saya hendak ... hendak masuk ke mobil, ia langsung melakukan seperti ini (menggerakkan tangannya secara menunjukkan ancaman), "lanjutnya.
Saat Alda naik ke dalam mobil dan sedang bersiap untuk mengemudikan kendaraannya, tersangka tiba-tiba melewati dengan motornya lalu menebas menggunakan palu itu dengan penuh kekuatan hingga pecahlah kaca sisi depan sebelah kanan mobil tersebut.
"Satu kali benturan sudah retak. Jadi satu kali sentuhan itu yang tersentuh adalah bagian yang tajam yang digunakan untuk menarik paku, yaitu ujungnya yang tertancap. Lalu saya memangkasnya, awalnya tertancap lalu saya lepaskan," jelas Alda dengan rincian tentang kejadian menyeramkan itu.
Korban Terima 7 Jahitan
Alda yang berlumuran darah segera meninggalkan mobil dengan keadaan kacau.
Kondisi di lokasi kejadian (TKP) memang langsung ramai beberapa saat setelah kaca kendaraannya pecah.
Para warga dan pengendara yang melihat korban keluar dengan tubuh berlumuran darah mencoba mencegah tersangka, tetapi pria itu bertindak lebih cepat.
Untung saja, seorang teman koasnaya sedang melewati jalan yang sama sehingga langsung membawa Alda ke Rumah Sakit Miria.
Karena kekerasan yang dialaminya, Alda memerlukan sejumlah total 7 jahitan (2 jahitan pada bagian dalam akibat cedera otot, serta 5 jahitan di bagian luarnya dahi).
Perkara ini secara resmi sudah dilaporkan oleh korban kepada Polsek Sukarami agar segera diproses lebih lanjut.
"Pergilah ke Polsek Sukarami yang paling dekat. Hee, selesai. Lalu dia memintaku untuk membuat visum. Telah dilakukan visum di Rumah Sakit Miria, karena tempat menjahitnya juga ada di sana," katanya.
Di samping itu, palu logam yang dimiliki tersangka dan terjebak di kepala korban sekarang sudah disita sebagai alat bukti penting.
"Maka saat tertangkap, ia sudah tidak terkunci lagi, langsung kabur setelahnya," tambah Alda dengan harapan aparat kepolisian bisa secepatnya menangkap tersangka sehingga tak ada korban baru yang jatuh.
Ciri-ciri Tubuh Terduga: Laki-laki Ramping Usia Tiga Puluhan
Agar mempercepat proses penyelidikan serta membantu warga yang kemungkinan pernah melihat tersangka, drg. Alda mengungkap deskripsi fisik dari pria emosional itu.
Terduga kemungkinan masih dalam usia yang aktif serta memiliki tubuh yang ramping.
- Umur: Kira-kira 35 hingga 40 tahun ("Belum terlalu tua, masih cukup muda," ujar Alda).
- Postur tubuh: Tubuhnya ramping dengan tinggi sekitar 168 sampai 170 sentimeter.
- Baju Terakhir: Berupa celana jins berwarna coklat serta kaus bergaris (sweater) dengan nuansa abu-abu gelap.
Sampai saat ini, orang yang melakukan pukulan dengan palu belum juga ditangkap dan masih bergerak bebas.
Alda mengungkapkan bahwa ia menderita luka batin yang dalam dan selalu merasakan rasa takut di sekelilingnya setiap kali kembali ke rumah secara mandiri.
Dia juga memiliki harapan besar bahwa aparat polisi yang menangani kasus ini dapat secepatnya menangkap tersangka.
"Mudah-mudahan pihak kepolisian segera bertindak agar pelaku dapat ditangkap dengan cepat. Karena jika tidak segera ditangani, kita tidak tahu siapa saja korban berikutnya. Kami juga belum mengetahui motifnya, apakah murni karena kesal lantaran motor terkena tabrakan atau justru sengaja direncanakan untuk kemudian melakukan pemerasan. Kami masih belum mengerti motivasi awalnya," tambahnya.
Di sisi lain, aparat polisi segera bertindak dengan melakukan pengejaran menyeluruh untuk menemukan lokasi tersangka yang masih dalam status buron.
Petugas polisi menyatakan bahwa mereka sudah melaksanakan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan beberapa saksi penting, serta menangkap data dari kamera pengawas (CCTV) dekat lokasi peristiwa guna mengenali nomor plat mobil yang benar dan wajah tersangka.
Terlebih dahulu, pihak kepolisian memberikan peringatan keras kepada pelaku pemukulan terhadap drg. Alda untuk segera datang sendiri ke kantor polisi terdekat sebelum petugas melakukan langkah tegas dan proporsional di tempat kejadian.
Petugas kepolisian sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka yang saat ini menjadi target penyelidikan, serta percaya bahwa kasus penganiayaan berat di lokasi KM 9 akan segera terbongkar dalam beberapa hari mendatang.
Sebelumnya, perbuatan anarkis tersangka ketika merusak kendaraan serta menyerang korban telah tercatat dalam rekaman kamera pengintai (CCTV) yang berada di dekat tempat kejadian.
Pada awalnya kejadian tersebut menjadi perbincangan di media sosial setelah diunggah oleh pengguna akun Instagram @rgnaaulia pada hari Jumat, 4 Juni 2026 sore.
Kasus kekerasan terhadap dokter gigi muda!
Seseorang melemparkan palu ke kaca kendaraan korban dan mengenai kepala korban akibat perkelahuan yang disebabkan oleh kesalahpahaman di jalanan, sehingga korban membutuhkan tujuh jahitan pada kepalanya. Sampai sekarang pelaku masih dalam kondisi hilang atau bersembunyi. Jika Anda memiliki informasi tentang lokasi pelaku, harap hubungi melalui pesan langsung!
Jam 17.44 WIB (Rabu, 3 Juni 2026)
Di dekat Superindo Km 9 Palembang," kata akun @rgnaaulia, dilaporkan pada Jumat (5/6/2026).
Video CCTV itu menunjukkan saat tersangka yang sedang berkendara motor melemparkan palu ke kaca kendaraan korban, lalu kabur setelahnya.
"Kamera CCTV menangkap pelaku melemparkan palu ke kaca mobil korban, kemudian melarikan diri tetapi nomor kendaraan pelaku tidak terlihat!" tulisnya.
Tersangka tiba-tiba mengambil sebilah palu lalu melemparkannya ke kaca mobil korban yang merupakan Honda Brio warna putih dengan nomor plat BG 1851 BO sehingga retak dan hancur lebur.
Tidak sampai di sana, tersangka juga memakai palu itu untuk menyerang kepala korban. Bukan hanya sekadar itu, pelaku juga menggunakan palu tersebut sebagai alat untuk membenturkan kepalanya korban. Selain itu, pelaku melanjutkannya dengan memukulkan palu tersebut ke kepala korban. Kemudian, tersangka menggunakan palu yang sama untuk mencegat dan mengenai bagian kepala korban.
Di dalam sebuah rekaman video yang menyebar setelah kejadian tersebut, penangkap gambar menunjukkan situasi di dalam kendaraan dengan pecahan kaca berserakan dan terdapat noda darah dari korban.
Satu buah palu yang kemungkinan besar adalah barang milik tersangka tampak berada di bagian depan dashboard kendaraan.
"Begini semuanya darah, darah. Itu tadi dia menggunakan palu tersebut (pelaku), dihancurkannya dengan palu itu (ke kepala mereka)," kata suara rekaman video yang menunjukkan bukti-bukti kekerasan dari pelaku.
Karena benturan dari benda tumpul, seorang dokter gigi pemula yang memakai pakaian jaga medis warna merah muda langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dengan kondisi sedang mengalami perdarahan parah.
Selain cedera fisik terhadap korban, kendaraan miliknya juga mengalami kerusakan seperti goresan pada bodi sisi samping dan kaca pintu depan yang rusak sepenuhnya.
Sampai dengan penulisan artikel ini, identitas pelaku pemukulan masih belum diketahui lantaran ia segera kabur dari lokasi kejadian (TKP) beberapa saat setelah menjalankan tindakan kasarnya.
ANT masih mencoba memverifikasi dengan pihak yang bersangkutan tentang peristiwa yang menyebar secara viral ini.
(*)
Lihat Berita ANTSLainnya di Google News
Ikut serta dan daftar ke saluran WhatsApp ANTS
Posting Komentar