Selamat Datang, Bernardo Tavares! Pelatih Persebaya Soroti Postur Pemain, Puji Mental Juara

Selamat Datang, Bernardo Tavares! Pelatih Persebaya Soroti Postur Pemain, Puji Mental Juara

- Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyampaikan pendapat terbuka mengenai karakteristik pemain asli Indonesia. Pemandu tim yang berhasil membangkitkan PSM Makassar ini menyentil sebuah fakta yang tidak dapat ditolak: tinggi badan pemain Tanah Air cenderung rendah. Meski demikian, Tavares justru melihat semangat pertandingan serta dedikasi luar biasa dari para atlet tersebut yang memberinya kesan mendalam.

Tavares mengatakan bahwa sepak bola Indonesia saat ini sedang menjalani proses perombakan. Perubahan tersebut tidak bisa dipisahkan dari jumlah besar pemain naturalisasi serta keturunan, khususnya mereka yang berkembang di Belanda. Sejarah kolonial merupakan salah satu jalannya untuk memasuki sistem tersebut.

"Bapak Erick Thohir, mantan presiden Inter Milan, merupakan warga negara Indonesia dan kini menjabat sebagai pimpinan sepak bola di tanah air. Ia melakukan investasi besar terhadap Tim Nasional. Mengingat Indonesia pernah menjadi jajahan Belanda, maka mereka mampu menggaet banyak pemain dari liga satu atau dua Belanda yang memiliki dokumen kependudukan Indonesia," kata Tavares dilansir dari Renascenca .

Keberadaan pemain-pemain dengan paspor Belanda tersebut, kata Tavares, sedikit demi sedikit mengubah posisi pemain asli daerah. Meskipun demikian, dia memastikan bahwa pemain Indonesia masih memiliki karakteristik unggulan yaitu kelincahan.

"Apabila kita mempelajari profil pemain Indonesia, mereka memiliki kecepatan yang luar biasa. Umumnya lebih efisien dalam situasi peralihan serangan dan pertahanan. Kelincahan menjadi senjata utama mereka," ujarnya.

Namun demikian, Tavares tidak mengabaikan masalah inti. Ia menyampaikan peringatan tajam apabila para pemain Indonesia tetap bersandar hanya pada kondisi tubuh dan kelincahan saja.

"Kesulitan utama berada dalam proses pengambilan keputusan. Mereka masih kurang tangguh di bidang tersebut," ujarnya.

Dia kemudian menyentuh topik bentuk tubuh. Menurut Tavares, tinggi badan tetap merupakan masalah penting, khususnya dalam pertandingan dan penerapan strategi yang lebih modern.

"Di Indonesia, ketinggian 175 sentimeter dianggap cukup tinggi. Padahal, kita semua mengetahui bahwa tinggi badan memainkan peranan penting dalam sepak bola, baik dari segi serangan maupun pertahanan," ujarnya dalam wawancara dengan media Portugis, Bola Branca , .

Berdasarkan pendapat Tavares, batasan posisi ini merupakan lubang besar dalam lini pertahanan Tim Nasional Indonesia, khususnya ketika menghadapi tim-tim dari Asia yang lebih kuat secara fisik.

"Mereka seringkali kalah dalam pertandingan dan cara main mereka seperti itu," tambahnya.

Namun, kritikan itu tidak membuat pujiannya hilang. Tavares malah menyatakan bahwa sejumlah pemain Indonesia memiliki kemampuan yang cukup bagus untuk tampil di Liga Profesional Portugis.

Ia memberikan contoh pengalaman saat mengambil alih kepemilikan PSM Makassar pada tahun 2022. Di waktu itu, PSM berada di posisi ke-14 dan kehilangan sejumlah pemain utamanya.

"Saya mengoptimalkan para pemain yang masih ada dan merekrut pemain dari divisio tiga beserta tim muda. Beberapa di antara mereka bahkan masuk ke dalam skuad nasional pada tahun berikutnya," kata pelatih berumur 45 tahun asal Proença-a-Nova, Portugis tersebut.

Nama Yance Sayuri serta Yacob Sayuri merupakan bukti terbaik. Tavares bahkan mengklaim kedua pemain tersebut mampu berkompetisi di tim seperti SC Braga.

Pada waktu itu dia melihat Braga. Bek sayap mereka tidak jauh berbeda dengan Saudara Sayuri. Mereka sangat gesit, semangatnya tangguh, dan responsif ketika kehilangan bola. Salah satunya melepaskan tendangan menggunakan kaki kiri, yang lainnya dengan kaki kanan," katanya.

Tavares merasa sangat terkesan ketika membandingkan semangat para pemain Indonesia dengan ciri khas persepakbolaan Eropa.

"Mereka bermain seperti pemain asal Jerman, tim yang solid, rajin bekerja sama, serta memiliki semangat kompetisi yang tinggi," ujar dia menutup pernyataannya.

Sudut pandang Bernardo Tavares mengenai pemain asli Indonesia yang mempunyai kemampuan kecepatan tinggi namun kurang ideal dari segi postur mendapat tempatnya di tim Persebaya Surabaya. Tim Green Force menyimpan beberapa pemain lokal dengan ciri-ciri mirip: tubuh mereka tidak begitu besar, gesit, serta lebih mengandalkan daya akselerasi saat berlaga.

Nama Alfan Suaib merupakan contoh yang sangat jelas. Pemain muda ini terkenal dengan keaktifannya bergerak di area sempit, cepat dalam menguasai bola, serta tegas ketika melakukan pergantian fase permainan. Walaupun ukuran tubuhnya biasa saja, kemampuan mobilitasnya menjadikannya efisien dalam pertandingan dengan ritme cepat.

Dalam posisi sayap, Malik Risaldi mewakili tipe pemain yang bergantung pada kelincahan serta ketangguhan dalam pertandingan 1 vs 1. Gerakan tanpa bola dan kemampuannya untuk menembus area lapangan merupakan daya tarik utamanya, khususnya ketika Persebaya memerlukan serangan cepat dan langsung. Pemain yang pernah bermain di tim nasional Indonesia ini dapat menjadi jawaban signifikan bagi lini penyerang Persebaya yang masih kesulitan mencetak banyak gol.

Di posisi bek kiri, Mikael Tata memberikan gabungan antara kecepatan dan daya tahan. Tata tidak termasuk jenis full-back yang unggul dalam pertarungan udara, namun terkenal gesit bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya serta mampu mempertahankan tingkat intensitas permainan sepanjang pertandingan.

Selain itu, nama lain yang menggambarkan kepribadian pemain ini ialah Ichsas Baihaqi. Sebagai seorang gelandang muda, Ichsas lebih mempercayai kecepatan gerakannya serta kemampuan dalam menyebarkan bola secara sederhana. Meskipun postur tubuhnya tidak terlalu tinggi, partisipasinya di area pertahanan membantu menjaga aliran permainan Persebaya tetap dinamis.

Empat pemain ini membuktikan bahwa Persebaya memiliki kualitas pemain yang cocok dengan visi Tavares mengenai sepak bola di Indonesia: cepat, penuh semangat, serta berani, walaupun belum mumpuni dari segi kondisi fisik. Kendalanya adalah bagaimana memperbaiki sifat-sifat itu sehingga bisa digunakan secara optimal dalam pertandingan, sistem bertahan, dan proses pengambilan keputusan.

Berdasarkan bahan tersebut, Persebaya menjadi contoh nyata dari masalah yang pernah disebutkan oleh Tavares, sekaligus kesempatan untuk menunjukkan bahwa pemain berbadan mungil masih dapat bersaing jika diatur dengan strategi dan pemanfaatan kondisi fisik yang sesuai.

Merupakan Titik Balik bagi Persebaya Surabaya

Keberadaan Bernardo Tavares diharapkan menjadi momen krusial dalam perjalanan Persebaya Surabaya. Dia direncanakan akan menghadiri sesi latihan pertama pada awal bulan Januari tahun 2026 sebagai tahapan awal untuk membentuk dasar yang kuat bagi tim tersebut.

Harapan yang tinggi menyertai tiba nya Tavares di Kota Pahlawan. Pengalaman memimpin PSM Makassar meraih gelar juara Liga Utama 2022/2023 menjadi dasar keyakinan masyarakat Surabaya terhadapnya.

Bukan hanya tentang gelar, cara latihan Tavares juga mendapat perhatian. Dia dianggap sebagai pelatih yang realism dan mampu mengoptimalkan kemampuan para pemain berdasarkan sifat tim tersebut.

Pesanku untuk para pemain dan pendukung sempat disampaikannya ketika memenangkan gelar juara dalam Liga Indonesia. Pernyataan tersebut kini masih sesuai sebagai wujud dari filsafat yang mungkin akan diterapkan oleh Persebaya Surabaya.

"Kami harus memberi tahu para pemain serta fans bahwa musim ini akan sangat sulit," kata Tavares dalam wawancara dengan Ines Antunes dari Sport Informa.

Dia menekankan perlunya kebersamaan dalam menghadapi tantangan persaingan.

"Kita juga perlu menyadari pentingnya menerapkan gaya bermain yang cocok dengan ciri-ciri pemain kita," katanya melanjutkan. Pendekatan ini dianggap sebagai faktor utama dalam mencapai kesuksesan tim yang dia latih.

Tavares menggambarkan seorang pemain yang memiliki kecepatan tinggi tetapi kurang unggul dalam aspek teknik. Berdasarkan hal itu, dia menetapkan strategi permainan yang realistis dan berhasil.

"Karena itu, langkah yang kita ambil adalah mengirimkan bola ke lawan, serta lebih memperhatikan peralihan serangan," ujar Tavares. Strategi ini ternyata berhasil memberikan hasil optimal di lapangan.

"Dan beginilah caranya kami memenangkan pertandingan," katanya dengan jelas tetapi penuh arti. Filosofi ini dianggap sebagai fondasi dari pendekatan Tavares bersama Persebaya Surabaya.

Di samping segi teknis, Tavares juga menunjukkan perhatian batin terhadap sepak bola di Tanah Air. Ia menyatakan kagum pada suasana serta antusiasme yang sangat tinggi dari suporter-sukuporternya.

"Saya selalu kagum dengan Indonesia, baik karena antusiasme para fans-nya maupun banyaknya orang yang tertarik," kata Tavares. Baginya, dukungan dari pendukung memberikan tenaga besar untuk tim tersebut.

Berkat berbagai pengalaman serta pesan yang dibawanya, Bernardo Tavares sekarang menghadapi harapan tinggi. Munculnya harapan baru ini disambut dengan antusiasme oleh masyarakat Surabaya, yang menantikan bukti konkret dari tindakan nyata.

Kini Persebaya Surabaya berada pada posisi kelima dalam klasemen Liga Utama 2025/2026 setelah mengalahkan Madura United dengan skor sempit 1-0 di pekan ke-16. Hasil kemenangan tersebut menjadi bekal terbaik untuk memasuki masa baru under pelatih Bernardo Tavares yang semakin membawa harapan tim mampu masuk zona empat besar.

Pertandingan antara Madura United melawan Persebaya Surabaya digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan pada hari Sabtu (3/1/2026). Pertemuan ini berjalan sengit dari menit pertama dengan ritme cepat dan atmosfer biasa dalam derby Suramadu.

Kemenangan dalam laga melawan tim lawan menjadikannya sebagai dorongan signifikan bagi semangat Persebaya Surabaya. Berkat dasar yang makin kokoh, masa depan bernama Bernardo Tavares memiliki kesempatan untuk mengantarkan Green Force masuk ke zona teratas Liga Utama.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama