Skor Kreativitas Anak Indonesia Rendah, Quinn Salman Bagikan Pengalamannya Berkarya

Skor Kreativitas Anak Indonesia Rendah, Quinn Salman Bagikan Pengalamannya Berkarya

Ringkasan Berita:
  • Quinn Salman, penyanyi muda, memotivasi anak-anak Indonesia untuk berani mencoba serta menajamkan kreativitasnya melalui aktivitas yang biasa saja.
  • Penggunaan gadget oleh anak berusia 5 sampai 11 tahun dalam data IMGR 2026 mencapai antara 2,8 hingga 3,5 jam sehari, sehingga diperlukan keseimbangan dalam penggunaannya serta waktu untuk aktivitas kreatif.
  • Laporan OECD menyebutkan bahwa nilai kemampuan berpikir kreatif siswa Indonesia hanya mencapai 19 dari 60, lebih rendah dibanding rata-rata dunia yang ada pada angka 33.

ANTS, JAKARTA - Quinn Salman, penyanyi kecil, berbagi tips melalui pengalamannya dalam menumbuhkan kreativitas sejak usia muda.

Quinn tampil sebagai tamu undangan dalam acara nasional "Generasi Ceria Warnai Indonesia 2026" yang digelar di Subang, Jawa Barat, dan menyampaikan bahwa kreativitas dapat dikembangkan dengan cara-cara sederhana seperti berani mencoba, menjaga kepekaan terhadap lingkungan sekitar, serta tidak ragu untuk mewujudkan gagasan-gagasan sendiri.

"Pendapatku, kreativitas tak perlu selalu bermula dari hal yang besar. Kuncinya ialah berani mengambil langkah pertama serta yakin bahwa tiap anak memiliki metode unik dalam berekspresi," kata Quinn Salman di Aula Multifungsi Mulia, Subang, beberapa waktu lalu.

Pesan Quinn ini semakin penting mengingat tingginya penggunaan perangkat elektronik oleh anak-anak sekarang ini.

Laporan Generasi Media Indonesia (IMGR) 2026 menyebutkan bahwa anak berusia 5-11 tahun rata-rata menghabiskan waktu antara 2,8 hingga 3,5 jam sehari hanya dalam penggunaan alat elektronik.

Di pihak lain, laporan organisasi internasional OECD pada tahun 2024 menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif para pelajar Indonesia berada dalam posisi ke-19 dari total skor maksimal 60.

Nominal ini masih sangat rendah dibandingkan standar global dari OECD yaitu 33, serta memperkuat kebutuhan untuk menyediakan lebih banyak area aktivitas fisik bagi anak-anak.

Tujuan utamanya adalah tidak mengisolasi anak sepenuhnya dari perkembangan teknologi, tetapi memadukan kehidupan sehari-harinya dengan aktivitas nyata yang dapat mendorong imajinasi secara langsung.

Berdasarkan kebutuhan ini, Gerakan Ceria Menghiasi Indonesia 2026 menerima dukungan dari Kodomo serta Alfamart, menjadi sebuah program nasional yang memanggil anak-anak untuk menyampaikan imajinasi, emosi, kasih terhadap Tanah Air, dan harapan mereka lewat karya seni visual.

Pada tahun ini, Subang menjadi kota pertama dalam rangkaian aktivitas yang akan berlangsung di 10 kota di Indonesia, dengan lebih dari 1.000 peserta anak bersama para orang tuanya yang penuh semangat menghadiri kegiatan tersebut di Gedung Serba Guna Mulia, Kota Subang.

Peserta terbagi dalam tiga kelompok berdasarkan umur, yakni Kelompok A untuk Pendidikan Anak Usia Dini/TK, Kelompok B untuk siswa kelas 1-3 SD, serta Kelompok C untuk peserta kelas 4-6 SD.

Mereka diberi kesempatan sepenuhnya dalam menentukan warna serta merancang narasi visual yang mereka buat sendiri.

Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan generasi Indonesia yang tidak hanya memiliki kesehatan jasmani, namun juga pemberani, percaya pada kemampuan sendiri, serta kaya dengan ide-ide kreatif.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama