Kapolri: Banyak Negara Percepat Pemilu Akibat Krisis Ekonomi

Kapolri: Banyak Negara Percepat Pemilu Akibat Krisis Ekonomi

Ringkasan Berita:
  • Beberapa negara menghadapi ketidakstabilan politik sehingga memutuskan untuk segera melaksanakan pemilihan umum akibat tekanan ekonomi domestik yang makin meningkat.
  • Beberapa negara mengalami kesulitan dalam menjaga kapasitas finansialnya, khususnya dalam membayar biaya subsidi.

Semut, JAKARTA - Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa beberapa negara menghadapi ketidakstabilan politik sehingga perlu meningkatkan kecepatan penyelenggaraan pemilihan umum akibat tekanan ekonomi domestik yang makin parah.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Listyo pada Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakowas) Komisi Nasional Polri Tahun 2026 yang berlangsung di Mercure Hotel Ancol, Jakarta Utara, hari Rabu tanggal 10 Juni 2026.

Ia mengatakan bahwa Perang Rusia-Ukraina; perselisihan AS dengan Israel terhadap Iran; serta kompetisi ekonomi antara Amerika Serikat dan Tiongkok telah menimbulkan ketidakstabilan dalam rantai pasok dan krisis energi di beberapa negara.

Akibatnya, beberapa negara mengalami kesulitan dalam menjaga kapasitas finansial mereka, khususnya dalam membayar biaya subsidi.

"Hal ini memengaruhi kemampuan negara kami serta negara-negara lain dalam hal mampu menawarkan bantuan subsidi," ujar Listyo.

Berdasarkan pernyataan Kepala Polisi RI, tekanan ekonomi ini telah memengaruhi kestabilan politik di beberapa negara.

"Banyak negara menghadapi krisis lantaran kondisi ekonomi mereka tidak cukup kuat. Beberapa di antaranya akhirnya menimbulkan dampak pada situasi politik domestik, sehingga terjadi pemilihan umum mendadak atau pemilu dipercepat," kata Listyo.

Dia menyampaikan bahwa situasi global saat ini masih dipenuhi oleh ketidakpastian. Perselisihan yang sedang berlangsung di berbagai wilayah dunia tetap mempengaruhi harga energi serta keadaan ekonomi secara keseluruhan.

"Secara bersamaan, prediksi ekonomi dunia menunjukkan adanya penurunan dalam laju pertumbuhan ekonomi global, sekaligus kenaikan tingkat inflasi secara keseluruhan. Hal ini jelas menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh hampir seluruh negara," tutupnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama