Chatib Basri & Stella Christie: Rahasia Bisnis Berkembang Di Tengah Era AI

Chatib Basri & Stella Christie: Rahasia Bisnis Berkembang Di Tengah Era AI

Ants, MEDAN- Forum Bisnis Grab 2026 yang menampilkan pakar ekonomi ternama M. Chatib Basri serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Stella Christie membahas tantangan dan peluang perkembangan usaha dalam masa perubahan digital serta situasi dunia yang terus berkembang lebih rumit.

Kedua hal tersebut menyajikan wawasan tentang perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, serta tuntutan pasar dalam merespons kesempatan pertumbuhan yang lebih jelas arahnya meski menghadapi berbagai tantangan internasional.

Dengan mengusung tema "The Next Chapter: Scale Smarter, Execute Faster", Grab menekankan betapa pentingnya pertumbuhan yang lebih fokus serta pelaksanaan yang lebih cepat.

Permintaan akan pertumbuhan yang lebih bijak serta pelaksanaan yang lebih cepat kian mendesak mengingat perubahan ekonomi yang semakin kompleks.

Badan Dunia memproyeksikan laju pertumbuhan wilayah Asia Tenggara dan Pasifik akan menurun menjadi 4,2 persen di tahun ini, turun dari 5,0 persen pada tahun lalu.

Keadaan ini memperlihatkan bahwa tantangan yang dialami sektor bisnis adalah bagian dari proses perekonomian secara keseluruhan, oleh karena itu perusahaan harus semakin jeli dalam menetapkan prioritas, semakin taat pada penggunaan sumber daya, serta semakin gesit dalam menjalankan strategi ke dalam tindakan nyata.

Pada acara pidato utama, ekonom Chatib Basri mengupas perkembangan perekonomian dunia dan dampaknya terhadap strategi perusahaan dalam berkembang.

Menurutnya, dalam situasi dunia yang terus berubah saat ini, perusahaan sudah tidak bisa bergantung pada faktor-faktor pertumbuhan lama seperti biaya modal yang rendah atau keberadaan pekerja dengan upah murah.

"Perkembangan selanjutnya akan semakin bergantung pada kemampuan perusahaan dalam meningkatkan efisiensi kerja, mendistribusikan sumber daya dengan akurasi yang lebih tinggi, dan menciptakan stabilitas sehingga bisnis dapat tetap fleksibel menghadapi perubahan tanpa kehilangan laju pertumbuhannya," katanya.

Pada waktu yang bersamaan, Wakil Menteri Stella Christie menyampaikan bahwa keberhasilan penerapan AI bukan saja bergantung pada teknologi yang dipakai, melainkan juga kepada persiapan dari para manusia yang mengerjakannya.

Perusahaan harus dapat membedakan dengan tegas masalah-masalah apa saja yang sebaiknya diatasi melalui penggunaan AI dan yang tidak, menetapkan momen yang sesuai untuk mengadopsinya, serta menyediakan sumber daya manusia yang mampu mempergunakan AI secara kritis dan tanggung jawab.

Hal yang sama pentingnya adalah setiap penerapan AI harus terus-menerus melibatkan manusia dalam proses tersebut, sehingga teknologi bisa membantu pengambilan keputusan tanpa mengurangi peran manusia dalam memahami situasi, mengevaluasi hasil, serta memastikan dampaknya sesuai dengan kebutuhan bisnis," kata Stella.

Pandangan mereka memperkuat kepentingan pelaksanaan operasional yang fleksibel, dapat diukur, serta didorong oleh teknologi demi meningkatkan perkembangan perusahaan.

Dalam kondisi bisnis yang semakin rumit, sejumlah perusahaan tetap menghadapi kesulitan dalam merubah strategi menjadi pelaksanaan yang selaras dan efektif, membuat ruang dialog dari forum yang diselenggarakan Grab semakin penting.

Grab Indonesia sekali lagi menyelenggarakan Grab Business Forum 2026 dengan tema "The Next Chapter: Scale Smarter, Execute Faster", menjadi tempat bagi pimpinan perusahaan, pengambil kebijakan, ahli ekonomi, serta pelaku industri untuk saling berbagi pandangan dalam menjalani tahap perkembangan berikutnya dengan cara yang lebih bijaksana, terstruktur, dan mudah diterapkan.

Perbincangan dalam acara ini menjadi lebih penting mengingat tantangan yang dialami perusahaan sekarang, yakni mempertahankan pertumbuhan sambil tetap menjaga pengendalian anggaran, efisiensi kerja, serta kelancaran proses bisnis.

Dari satu sudut pandang, 47 persen pimpinan perusahaan di kawasan Southeast Asia menganggap inovasi sebagai motor utama perkembangan, sedangkan sebanyak 56 persen chief financial officer memprioritaskan efisiensi biaya sebagai fokus utama pada tahun 2026.

Kemajuan dalam penerapan kecerdasan buatan (AI) tampak jelas, dengan 91 persen perusahaan merencanakan peningkatan pengeluaran untuk teknologi tersebut. Namun, hanya sekitar 25 persen dari mereka menyatakan bahwa proyek AI dan otomatisasi yang dilakukan memberikan hasil kembalian yang sesuai ekspektasi.

Pada waktu yang bersamaan, beban administrasi serta aktivitas kerja yang berulang tetap menjadi hambatan yang mengurangi efisiensi dan memperlambat pelaksanaan tugas.

Menurut Neneng Goenadi, Direktur Eksekutif Grab Indonesia, dalam situasi bisnis yang kian rumit, kesempatan perkembangan masih ada, namun area untuk berkembang secara konvensional mulai menyempit.

Perkembangan di masa mendatang mengharuskan adanya kemampuan untuk berkembang secara lebih cerdas dengan menetapkan prioritas yang lebih akurat dan distribusi sumber daya yang lebih tepat, sementara juga mampu bertindak lebih cepat menggunakan teknologi dan AI guna meningkatkan efisiensi, transparansi, penguasaan situasi, serta pengambilan keputusan yang didukung oleh data.

"Melalui Grab Business Forum 2026, kami bertujuan menyajikan pandangan dari berbagai sektor yang bisa mendukung para pengusaha dalam merubah aspirasi perkembangan menjadi pencapaian nyata," kata Neneng.

Di pihak lain, kendala tetap muncul saat perusahaan harus mengubah penggunaan teknologi menjadi keuntungan bisnis yang jelas.

Roy Nugroho, Direktur Komersial Grab Indonesia, menyampaikan bahwa banyak perusahaan sudah memiliki strategi perkembangan yang baik, tetapi masih mengalami kesulitan dalam pengelolaan harian yang membuat pelaksanaannya menjadi lebih lambat.

"Oleh karena itu, Grab For Business kami buat sebagai platform layanan B2B yang memudahkan perusahaan dalam mengatur keperluan operasional sehari-hari, mulai dari angkutan pegawai, perjalanan dinas, makan siang bisnis, sampai dengan pengiriman, secara lebih terencana dan dapat dihitung," ujarnya.

Dengan peningkatan visibilitas, pengendalian yang lebih efektif, serta alur kerja yang semakin terotomasi, perusahaan mampu mempercepat pelaksanaan bisnis dan memberi kesempatan kepada tim untuk berkonsentrasi pada kegiatan yang menghasilkan nilai tambah.

Keuntungan yang diperoleh dari Grab juga dinikmati oleh berbagai perusahaan di Tanah Air.

Dedi Budi Utomo, Kepala Manajemen Sumber Daya Manusia dan Administrasi PLN Icon Plus, menyampaikan bahwa bagi PLN Icon Plus, keberlanjutan merupakan bagian dari cara kami dalam melihat masa depan.

"Grab for Business membantu kami dengan mengakses armada kendaraan listrik, serta mempermudah pengaturan pergerakan puluhan ribu karyawan mulai dari Kampus Utama Jakarta hingga berbagai cabang unit bisnis di seluruh Indonesia dalam mendukung aktivitas operasional," katanya.

Berkat tampilan transaksi langsung di waktu nyata, proses pemeriksaan laporan yang dulu membutuhkan beberapa hari kini bisa selesai hanya dalam hitungan menit.

Menurut penelitian Forrester, automasi proses pengajuan biaya melalui Grab For Business mampu menghemat lebih dari 11.500 jam kerja setiap tahunnya.

Tidak hanya memperbaiki efisiensi operasional perusahaan, Grab For Business juga memberikan dukungan kepada perusahaan untuk menciptakan, mengevaluasi dampak, serta menyampaikan laporan terkait dampak lingkungan dari aktivitas perjalanan bisnisnya.

Kini, Grab memiliki lebih dari 14.000 unit kendaraan bertenaga listrik yang beroperasi di Indonesia dengan rencana meningkatkan jumlah armada tersebut menjadi tiga kali lipat menjelang akhir tahun 2026.

Dengan menggunakan laporan Keberlanjutan GFB, perusahaan mampu mengakses informasi tentang emisi, membantu pemenuhan laporan Scope 3, sekaligus meningkatkan penyajian ESG melalui data yang lebih akurat dan kuantitatif.

Dalam Grab Business Forum 2026, Grab menyatakan komitmen mereka untuk membantu perusahaan dalam merancang sistem operasional yang lebih saling terkait, rapi, dan efektif sehingga dapat menghadapi era baru perubahan lingkungan bisnis yang semakin rumit serta mencapai perkembangan yang stabil.

(cr26/Ants)

Lihat artikel lain dari TRIBUN MEDAN di Google News

Juga ikut serta dalam informasi yang lain melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Saluran WA

Berita populer lainnya di Tribun Medan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama