Serangan Rudal Iran di Kuwait: Bom Fasilitas Militer Dibekuk

Serangan Rudal Iran di Kuwait: Bom Fasilitas Militer Dibekuk

Amerika Serikat menyebut bahwa mereka melakukan serangan terhadap fasilitas radar dan pesawat tak berawak di Irannya setelah Tehran berhasil menjatuhkan satu pesawat tak berawak Amerika pada akhir pekan lalu. Selanjutnya, Iran mengungkapkan bahwa mereka meluncurkan roket yang ditujukan kepada pasukan Amerika di Kwait. Tetapi pihak militer AS mendakwa bahwa mereka sukses mencegah peluru kendali itu mencapai sasarannya.

Gencatan senjata nominal antara Iran dan Amerika Serikat sudah beberapa kali menjadi sasaran serangan timbal balik, meski pejabat dari keduanya tetap berupaya melakukan negosiasi guna menghentikan konflik ini. Belum diketahui sejauh mana mereka mendekati sebuah kesepakatan—dan terus muncul kemungkinan adanya ancaman yang bisa membatalkan proses dialog tersebut.

Perkelahian terus berlangsung antara Israel dengan kelompok militer Lebanon Hizbullah, meski telah diumumkan adanya gencatan senjata secara formal. Keadaan ini menambah ketegangan terhadap kesepakatan yang sedang dibuat guna memperpanjang gencatan senjata dalam konflik Iran.

Pada hari Senin (1/6) petang, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutkan bahwa Israel dan Hizbullah sepakat menurunkan intensitas pertikaian setelah melakukan dialog dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta berkoordinasi lewat perantara. Tak lama berselang, Israel mengumumkan berhasil mendeteksi pelepasan roket dari Lebanon dan memberikan peringatan kepada penduduk Israel di beberapa daerah bagian utara agar mencari perlindungan di lokasi aman.

Menurut laporan AP Iran tetap menjaga kontrolnya terhadap Lautan Hormuz. Situasi ini mengganggu suplai energi global serta meningkatkan harga bahan bakar secara keseluruhan, dengan dampak yang signifikan. Angkatan Bersenjata Britania Raya melaporkan bahwa sebuah kapal pengangkut diberi serangan di perairan Irak pada hari Senin (1/6) petang.

Perang di Lebanon Memicu Bahaya Bagi Kesepakatan Damai antara Iran dan Amerika Serikat Konflik yang Berlangsung Di Lebanon Mengancam Perjanjian Ketenangan Antara Iran Dan AS Kekacauan di Lebanon Memperburuk Potensi Perseteruan Antar Negara Pemegang senjata Iran-Dunia Barat Tentara Dalam Konfrontasi Di Wilayah Lebanon Bisa Merusak Perdamaian Yang Ada Antara Tehran Dan Washington Perselisihan Militer Di Lebanon Mendesak Keamanan Hubungan Diplomatik Iran-US

Negara Israel kini semakin memperluas wilayah pendudukannya hingga menjalar ke bagian Lebanon. Di sisi lain, Hizbullah—yang turut serta dalam konflik dengan dukungan penuh dari pelindungnya, Iran—terus melakukan serangan menggunakan pesawat tak berawak menuju wilayah Israel.

Iran ingin mencapai perdamaian yang melibatkan Lebanon. Departemen Luar Negeri Iran menyebut peningkatan ketegangan di wilayah tersebut. "Tanggung jawab terhadap hasil dan dampak situasi ini ada pada Amerika Serikat," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran lewat media lokal, sebagaimana dilansir. AP .

Di dalam kiriman media sosialnya terkait pengurangan bentrokan antara Israel dan Hizbullah, Trump mengungkapkan bahwa negosiasi dengan Iran "terus berlangsung secara cepat."

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama