Jembatan Bailey Darurat di Panton Nisam Selesai, Warga Kembali Terhubung

Jembatan Bailey Darurat di Panton Nisam Selesai, Warga Kembali Terhubung

Ringkasan Berita:
  • Jembatan darurat Bailey di Panton Nisam, Kabupaten Aceh Utara, saat ini sudah selesai 100% dan kembali memulihkan jalur transportasi masyarakat yang terganggu akibat banjir serta tanah longsor bulan November 2025 lalu.
  • Jembatan Bailey yang terletak di Jalan Cot Poto, Dusun Panton, Kelurahan Nisam telah rampung dibangun pada hari Jumat (2 Januari 2026).
  • Kehadiran jembatan ini memberikan penyelesaian darurat yang penting bagi penduduk lokal untuk melaksanakan kegiatan harian mereka.

, JAKARTA - Pengembangan infrastruktur di daerah yang terkena dampak bencana di Sumatra terus dipercepat.

Salah satu contohnya adalah pembangunan jembatan sementara jenis Bailey di Panton Nisam, Kabupaten Aceh Utara, yang saat ini sudah selesai 100% serta memulihkan jalur transportasi masyarakat yang sempat terganggu karena banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025.

Jembatan Bailey yang terletak di Jalan Cot Poto, Dusun Panton, Kecamatan Nisam telah rampung dibangun pada hari Jumat tanggal 2 Januari 2026.

Kehadiran jembatan ini memberikan penyelesaian darurat yang penting bagi warga sekitar dalam melaksanakan kegiatan harian mereka.

Jembatan Bailey adalah struktur kerangka besi moduler yang bisa dipasang secara cepat tanpa memerlukan peralatan berat.

Pertama kali dibuat untuk keperluan militer, jembatan ini saat ini sering digunakan sebagai jembatan darurat atau sementara dalam bidang perdata, terutama di daerah yang terkena dampak bencana.

Pelaksanaan pembangunan jembatan dilakukan oleh Tim Tanggap Bencana Alam (Satgas Gulbencal) dari Korps Infanteri bersama-sama dengan Departemen Pekerjaan Umum.

Program ini adalah bagian dari upaya mempercepat perbaikan infrastruktur penting yang secara langsung memengaruhi kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat setelah bencana.

Jembatan Bailey tipe 1-1 memiliki panjang keseluruhan sebesar 39 meter, terbagi menjadi 13 bagian. Pemakaian bahan konstruksi mengandalkan Yonzikon 13 dan Yonzikon 14, mampu menopang beban sampai 10 ton, sehingga dapat digunakan secara aman oleh kendaraan dinas serta kendaraan warga sesuai aturan berlaku.

Pembangunan dilakukan dengan keterlibatan 25 anggota Yonzipur 4 dan 14 petugas Denzipur 3, bersamaan dengan pendampingan dari Koramil 23/Nisam.

Anggota Babinsa di wilayah tersebut turut serta secara aktif dalam menjaga keamanan, mengawasi proses kerja, serta memfasilitasi kelancaran tugas-tugas dengan melakukan komunikasi yang terus-menerus bersama warga sekitar.

"Anggota Babinsa ikut bertanggung jawab atas keamanan, pemantauan, dan bantu memperlancar pelaksanaan tugas di lapangan lewat komunikasi intensif dengan warga setempat," demikian dilaporkan oleh TNI.mil.id, Sabtu (3/1/2026).

Jembatan Bailey sementara tersebut menghubungkan Desa Paloh Mampre dan Desa Meunasah Alue dengan Desa Semirah yang berada di Kecamatan Nisam.

Akses ini berperan sebagai jalan utama untuk pergerakan sehari-hari penduduk, penyebaran barang dagangan, aktivitas belajar-mengajar, dan mendukung kelancaran ekonomi masyarakat lokal.

Konstruksi jembatan tersebut selesai lebih awal dibandingkan dengan waktu yang diharapkan.

Sekarang, bentuk jembatan sudah terbangun kuat dan siap dimanfaatkan oleh warga, termasuk kendaraan bermotor dua rodanya serta empat rodanya, sambil tetap mengutamakan batasan muatan untuk menjaga keamanan bersama.

Warga merespons dengan baik selesai dibangunnya jembatan itu.

Saat sebelumnya, penduduk harus mengambil rute lain yang lebih panjang serta membutuhkan waktu lebih lama karena putusnya akses utama.

Seorang penduduk Desa Panton mengungkapkan rasa terima kasih kepada TNI karena telah membangun jembatan itu.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada TNI. Jembatan ini memiliki arti penting bagi kami karena kegiatan masyarakat pernah sangat terhambat akibat bencana," katanya.

Sebagai tambahan informasi, Panton Nisam adalah sebuah desa (gampong) yang terletak di Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, provinsi Aceh.

Desa tersebut terletak di bagian utara Pulau Sumatra dan masih termasuk dalam klasifikasi desa yang belum berkembang sesuai dengan evaluasi terkini mengenai tingkat perkembangan desa.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama