Ketika kendaraan bermotor mengalami keadaan mendadak macet dan sulit dinyalakan setelah melintas genangan air atau menjalani perawatan pada bagian pembakaran, hal tersebut sering kali menandai kemunculan efek water hammer. Keadaan ini termasuk sebagai gangguan yang sangat parah dalam industri otomotif dikarenakan bahayanya yang langsung merusak komponen penting mesin secara cepat.
Efek water hammer, atau istilah teknisnya hidrolock, terjadi saat cairan memasuki ruang pembakaran dengan kuantitas yang melampaui kapasitas ruang sisa kompresi. Mengingat bahwa cairan bersifat tak bisa dikompresi dibandingkan udara, hal ini menyebabkan timbulnya tekanan tinggi yang menyerang piston serta batang piston, sehingga berpotensi merusak bagian mesin secara permanen dan memerlukan biaya reparasi yang cukup besar.
1. Sumber utama masuknya cairan ke dalam ruang yang dikompresi
Kerusakan akibat water hammer pada mobil sering kali terjadi ketika kendaraan melaju melewati genangan air yang lebih tinggi daripada lubang filter udara. Air yang masuk lewat sistem ventilasi akan langsung sampai ke ruang pembakaran. Selain itu, penggunaan alat penyemprot berpressure tinggi untuk mencuci kendaraan secara tidak sengaja menyebabkan air masuk ke bagian ekor knalpot atau filter udara bisa menghasilkan penumpukan cairan di dalam silinder mesin.
Selain pengaruh luar seperti air, peristiwa ini juga dapat muncul karena kesalahan dalam proses membersihkan mesin dengan bantuan cairan pencuci karbon berjenis busa. Apabila cairan pembersih yang dsemprotkan ke celah busi tidak sepenuhnya terserap kembali, sisa dari cairan itu akan mengisi ruang pembakaran. Ketika mesin dicoba dinyalakan, gerakan naik turun piston akan bertumbukan dengan massa cairan tersebut, menyebabkan benturan kuat yang merusak komponen mesin.
2. Dampak dari kerusakan serta langkah-langkah perbaikan yang dibutuhkan
Akibat dari fenomena water hammer umumnya terdengar sebagai bunyi benturan logam yang tajam disertai dengan perlahan berhentinya mesin. Karena air memiliki kerapatan tinggi serta tidak mampu dimampatkan, energi gerak piston akan kembali menekan batang penghubung piston (connecting rod). Kejadian ini sering kali membuat batang penghubung tersebut membengkok atau bahkan retak dalam waktu singkat. Pada kondisi parah, dampaknya bisa merobohkan dinding silinder atau merusak kepala silinder.
Tindakan penyelesaian pada mesin yang mengalami dampak water hammer tidak dapat dilakukan hanya dengan perbaikan sederhana. Mesin harus sepenuhnya dilepas atau diturunkan agar dapat mengevaluasi tingkat kerusakan yang terjadi. Batang piston yang sedikit saja membentuk lengkungan mutlak harus diganti dengan yang baru, lantaran hal ini berpotensi menciptakan ketidakteraturan dalam putaran mesin serta risiko kerusakan lebih lanjut pada blok silinder. Bagian-bagian lain seperti katup dan piston juga perlu diperiksa secara cermat guna memastikan bahwa tidak ada retakan kecil akibat tekanan hidrostatik tersebut.
3. Tindakan pencegahan serta pengelolaan keadaan darurat yang sesuai
Cara paling efektif untuk mencegah terjadinya water hammer yaitu dengan hindari mengoperasikan kendaraan melewati genangan air yang ketinggiannya sampai pada posisi saringan udara. Bila kendaraan jatuh ke dalam air atau melewati daerah banjir sehingga mesin berhenti bekerja, segera hindari mencoba menyalakan mesin lagi baik dengan sistem starter listrik maupun kick starter. Menjalankan mesin ketika masih tersisa air didalamnya dapat menyebabkan terjadinya dampak water hammer yang merusak komponen mesin secara permanen.
Tindakan darurat yang tepat yaitu langsung berhenti di sisi jalan, melepas kabel busi, serta menjaga posisi motor sehingga lubang busi mengarah ke bawah atau melakukan perputaran mesin secara manual tanpa menggunakan busi guna mengeluarkan semua air dari ruang pembakaran. Jika telah dipastikan tidak ada cairan yang muncul dari lubang busi, bersihkan daerah itu lalu gantilah minyak pelumas mesin yang kemungkinan telah tercampur air (berubah warna menjadi seperti susu). Kesadaran dalam tidak sembarangan menyalakan mesin pasca-terendam air dapat melindungi pengemudi dari kerugian materi yang cukup besar.
Metode Awal Mengenali Kerusakan Mesin Sepeda Motor Berdasarkan Bau dan Kondisi Minyak Pelumas Tanda-Tanda Peringatan Awal Kerusakan pada Mesin Kendaraan Roda Dua melalui Ciri-ciri Baik Aromanya Maupun Sifat Fisiknya Pengamatan Dini terhadap Kerusakan Mesin Motor dengan Mempertimbangkan Bau serta Karakteristik oli Membedah Cara Mengetahui Kerusakan Pada Mesin Motor Lebih Awal Melalui Pengindraan Bau dan tekstur minyak pelumas Teknik Deteksi Awal Kerusakan Mesin Sepeda Motor berdasarkan Analisis aroma dan kondisi fisika dari cairan pelumas
Posting Komentar