Gagasan Ali Kuncoro: Teknologi Sambung Olahraga, UMKM, dan Generasi Muda

Gagasan Ali Kuncoro: Teknologi Sambung Olahraga, UMKM, dan Generasi Muda

News Ruangan rapat terbuka Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya tampak lebih sunyi dibanding biasanya. Pada hari Rabu (24/12), pukul 13.00, ratusan orang memandang seorang tokoh bernama Mohammad Ali Kuncoro.

Ali, dengan tenang dan ramah, menjelaskan temuan penelitian yang menjadi puncak dari jalannya kariernya di bidang akademis. Acara ujian disertasinya hanyalah sebuah upacara formal dalam dunia pendidikan. Namun, lebih dari itu, merupakan pertemuan antara tata kelola birokrasi, dunia olahraga, serta konsep perubahan sosial yang didasarkan pada penggunaan teknologi.

Ali yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Timur secara resmi memperoleh gelar Doktor dengan skor 95 atau predikat cumlaude . Disertasinya berjudul Strategi Olahraga dan Hiburan BERBASIS TEKNOLOGI serta KEBERLANJUTAN: Pendekatan Baru untuk Penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Serta Partisipasi Anak Muda .

Pada ujian tertutup tersebut, Ali di damping oleh dua promotor yaitu Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes serta co-promotor Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes. Adapun penguji meliputi ketua Dr. Irmantara Subagio, M.Kes, sekretaris Dr. Agus Hariyanto, M.Kes beserta anggota Dr. Suko Widodo, M.Si, Prof. Dr. Zainudin Amali, S.E, M.Si, Prof. Dr. Or. Gigih Siantoro, M.Pd, dan Dr. Achmad Widodo, M.Kes.

Di dalam pidatonya, Ali tidak hanya menyampaikan hasil penelitian ilmiah, tetapi juga menghubungkannya dengan pengalamannya yang lama di lingkungan kebijakan publik. Pemimpin berusia 48 tahun ini menjelaskan bagaimana sport entertainmen Yang sering dianggap hanya sebagai hiburan atau peristiwa olahraga bisa dimanfaatkan menjadi alat penguatan ekonomi serta tempat keterlibatan pemuda.

"Alhamdulillah, dengan penuh rasa terima kasih saya berhasil menyelesaikan ujian tertulis untuk gelar doktor S3. Tahap ini merupakan langkah krusial dalam proses pendidikan akademis yang saya lalui berkat doa, ketekunan, serta bantuan dari berbagai pihak," ujar Ali Kuncoro.

Menurutnya, karyanya tidak hanya berguna bagi pelaku olahraga dan kepala dinas olahraga di tingkat kabupaten atau kota. Tetapi bisa disesuaikan dengan berbagai aktivitas lainnya.

Ali Kuncoro menerangkan bahwa inti konsep disertasinya dimulai dengan pemanfaatan transformasi digital dalam proses perkembangan sport entertainment menggunakan model MAK. Pemobilan, Tindakan, dan Kerja Sama.

Model ini dibuat guna meningkatkan partisipasi atlet sebagai motor perekembangan ekonomi lokal. Partisipasi usaha mikro dan kecil menjadi komponen utama.

Setiap kegiatan sport entertainment yang dibuat melalui pendekatan digital memberi kesempatan bagi pengusaha kecil untuk terlibat. Mulai dari makanan, barang dagangan, sampai layanan penunjang acara.

Akibatnya bukan saja terjadi dalam waktu singkat, tetapi memiliki kemungkinan untuk meningkatkan penghasilan per kapita. Di samping itu juga memacu perkembangan ekonomi wilayah.

"Bila usaha mikro dan kecil makin terlibat, perputaran ekonomi akan meningkat. Itu adalah titik di mana hiburan olahraga bukan sekadar hiburan, tapi juga alat untuk memberdayakan," kata Ali.

Berdasarkan pernyataan mantan ajudan bupati Mojokerto Ahmadi, model MAK yang ia kembangkan mampu disesuaikan dengan berbagai bidang, termasuk dalam lingkungan birokrasi tempat dirinya bertugas.

Di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur, contohnya. pendekatan penguatan partisipasi, tindakan, serta kerja sama dianggap sesuai dalam menciptakan keterlibatan masyarakat dan koordinasi antar pihak terkait.

"Saya telah merancang model ini dalam rangka kegiatan di Sekretariat DPRD Jawa Timur. Saya berharap disertasi ini memiliki makna dan manfaat yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan perkembangan bidang olahraga di Jawa Timur serta seluruh Indonesia," ujar Ali.

Untuk Ali, prestasi akademik ini bukanlah titik penutup. Justru gelar doktornya dianggap sebagai kewajiban intelektual agar ide-ide yang muncul dari lingkungan akademis bisa memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama