Ringkasan Berita:
- Lembaga Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berada di Sulawesi Barat memiliki target membangun sebanyak 648 kios guna meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
- Kabupaten Mamuju merupakan daerah yang menunjukkan kemajuan terbesar, dengan 88 lokasi kantor cabang yang telah ditentukan, beberapa di antaranya telah mulai beroperasi sementara sisanya sedang dalam proses pembangunan.
- Program ini menggunakan koperasi yang telah berdiri guna menjamin kestabilan jangka panjang, sambil fokus pada daerah perkotaan dan pemukiman untuk mencapai kesetaraan dalam akses ekonomi masyarakat.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berada di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) semakin menunjukkan perkembangan yang mengarah ke arah yang baik.
Program ini direncanakan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi baru dengan tujuan mengembangkan 648 cabang di berbagai daerah di Sulawesi Barat.
Kepala Perwakilan Departemen Keuangan (Kemenkeu) Sulawesi Barat, Tjahjo Purnomo, mengungkapkan penyebaran gerai ini meliputi daerah pedesaan maupun perkotaan.
Secara keseluruhan, terdapat 648 cabang yang akan dibuka. Dijelaskan bahwa sebanyak 575 cabang berlokasi di kampung dan selebihnya menyebar di lingkungan RT, kata Tjahjo ketika dimintai konfirmasi pada hari Jumat (26/12/2025).
Pada tahap pertama, Kabupaten Mamuju merupakan daerah yang menunjukkan kemajuan terbesar.
Tjahjo mengatakan semua wilayah di kabupaten itu sudah ditentukan.
"Pada tingkat KDKMP di Kabupaten Mamuju, seluruh desa dan kelurahan telah ditetapkan. Secara keseluruhan terdapat 88 titik di Mamuju yang akan menjadi tempat pemasangan gerai, dengan beberapa di antaranya sudah mulai berjalan sementara sisanya sedang dalam proses konstruksi," ujar dia.
Dia menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada daerah perkotaan, melainkan juga mencakup level lingkungan agar tercapai kesetaraan dalam akses ekonomi bagi warga.
Tjahjo menyampaikan bahwa dalam penerapannya, KDKMP tidak senantiasa merancang satuan dari awal.
Mayoritas cabang menggunakan koperasi yang telah berdiri dengan jumlah anggota yang cukup banyak.
"Kami mengawasi tingkat kesiapan operasional mereka. Terdapat beberapa koperasi yang telah berjalan sejak dulu melalui iuran anggota, saat ini kami memberikan dukungan lebih kuat melalui kerangka program KDKMP ini," ujar Tjahjo.
Tindakan ini dilakukan untuk memastikan kelangsungan program lebih kuat, mengingat adanya keterlibatan aktif masyarakat yang telah ada sejak awal. .(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi
Posting Komentar